alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Dapat Bantuan 126 Bus, Sopir Angkot Bakal Direkrut Jadi Driver

08 April 2021, 10: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

ANGKUTAN MASAL: Suroboyo Bus saat melintas di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (7/4).

ANGKUTAN MASAL: Suroboyo Bus saat melintas di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (7/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kota Surabaya bakal mendapat bantuan 126 unit bus dari Kementerian Perhubungan. Bus yang digunakan untuk program buy the service (BTS) itu tengah dalam proses lelang tahap awal. Pemkot Surabaya pun berencana memperkerjakan para sopir angkot dan sopir bus kota untuk menjadi kru bus yang akan datang pada akhir 2021 itu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemkot ingin membantu para sopir angkot di Surabaya. Sebab, mereka juga merasakan dampak pandemi dengan sepinya penumpang. Eri menyebut bantuan dari Kemenhub itu ada 126 armada. Sehingga dibutuhkan tenaga sebagai kru bus seperti sopir kernet dan kondektur. 

"Kita butuh orang-orang itu. Sehingga, teman-teman sopir bisa kita tarik ke sana (BTS). Apalagi angkot mulai kita kurangi. Sebab ke depan, jalan utama tak lagi ada angkot," katanya.

Baca juga: Meski Stok Aman, Harga Daging Ayam dan Telur Mulai Naik Jelang Ramadan

Eri menjelaskan, angkot akan dijadikan feeder atau angkutan penghubung untuk sistem transportasi masal. Namun untuk mengantisipasi itu pihaknya berusaha menghitung upah para sopir sesuai dengan UMK. "Pemerintah harus hadir. Nah ini yang sedang kami hitung," imbuhnya. 

Eri juga menginstruksikan kepada jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya agar mendata jumlah driver yang terdampak pandemi Covid-19. Bagi dia, pemkot harus selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

"Pemerintah kota harus peka dengan memberikan bantuan. Karena program saya, pendapatan keluarga harus sesuai dengan UMK (Upah Minimum Kota, red). Kalau ada kegiatan yang besar, mungkin kita alihkan dulu ke sana," terangnya.

Eri berharap, setelah lebaran tahun 2021 dan pendataan rampung, maka driver atau pengemudi di Surabaya bisa segera mendapatkan intervensi dari pemkot. Terutama mereka yang pendapatannya terdampak karena pandemi Covid-19. "Semoga kalau datanya selesai dihitung, kalau memang ada yang perlu di-split, kita akan split. Semoga, harapan saya pribadi, kalau (uangnya) ada, sopir bisa langsung disentuh (intervensi) semua," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyudrajad menjelaskan, ke depan jalanan utama di Surabaya akan dilayani angkutan utama seperti bus. Kemudian ditunjang dengan angkutan feeder atau angkot. Oleh karena itu, kini pihaknya akan melakukan perekrutan bagi sopir maupun helper bus. 

"Yang terhimpit akan direkrut menjadi driver dan helper. Jadi tidak ada kehilangan pekerjaan. Bahkan, pendapatan mereka akan meningkat, sebab standar upahnya semakin tinggi," jelasnya.

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan kemenhub membahas program BTS. Hasilnya, pemerintah memastikan layanan transportasi itu terus berjalan. "Mungkin akhir tahun ini diperkirakan bantuan operasional angkutan perkotaan akan beroperasi," katanya.

Irvan menjelaskan, ada syarat khusus yang harus dipenuhi pihak ketiga. Seperti jenis bus, kategori kendaraan lower deck dan di dalam angkutan disediakan sejumlah fasilitas seperti kursi khusus bagi lansia dan fasilitas bagi pesepeda.

Sistem pembayaran bus juga ditetapkan seluruhnya cashless. "Penumpang tidak perlu menyediakan uang tunai, pembayaran bisa menggunakan kartu non tunai," pungkasnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP