alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Dispendik Jatim Siapkan PPDB 2021 dalam Lima Jalur

08 April 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : Wijayanto

Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi.

Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi. (DOK/GRAFIS: JAY)

Share this      

SURABAYA – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dispendik Jatim) melakukan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021. Lima tahapan pendaftaran telah disiapkan dalam PPDB tahun ini. 

“Ada beberapa perbedaan dalam PPDB tahun ini, yakni terdapat kuota untuk disabilitas ringan dalam jalur afirmasi. Yakni kuota total pada jalur ini sebanyak 15 persen, yang juga diperuntukkan bagi siswa yang berlatar keluarga kurang mampu yang didalamnya juga terdapat kuota anak buruh,” ujar Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi.

Wahid menambahkan, pihaknya juga menyiapkan untuk jalur perpindahan tugas orang tua yang meliputi anak guru, tenaga kependidikan, dan tenaga kesehatan dengan kuota total 5 persen. Kemudian ketiga jalur prestasi lomba dengan kuota 5 persen. Pada jalur prestasi lomba, untuk tahun ini mempunyai perbedaan yang signifikan. 

Baca juga: Keroyokan Set Menu, Menu Bukber dengan Banyak Sajian

“Yakni, jika tahun kemarin penilaian prestasi secara berjenjang dan dilaksanakan oleh pemerintah atau bekerja sama dengan pemerintah. Namun tahun ini, untuk jalur prestasi lomba bisa menggunakan sertifikat lomba yang dilaksanakan oleh lembaga mandiri,” terangnya.

Menurutnya, untuk skor prestasi lomba sudah dirumuskan dan dirinci nilai skornya. Kemudian untuk hafiz Alquran dan siswa yang pernah dikirim sebagai delegasi untuk mengikuti kegiatan di negara lain juga ada skornya.

“Keempat, jalur prestasi akademik dengan kuota 25 persen. Pada jalur ini digunakan penilaian dari nilai rapor semester 1 sampai 5 yang dengan bobot 70 persen. Sedangkan 30 persennya, mengambil indeks akreditasi sekolah asal,” kata mantan Kadishub Jatim ini.

Terakhir jalur zonasi dengan kuota 50 persen untuk jenjang SMA. Tak hanya itu, kuota zonasi juga diperuntukkan bagi SMK maksimal 10 persen.  “Adanya zonasi di jenjang SMK ini didasarkan pada Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021. Sehingga jalur prestasi akademik pada jenjang SMK semakin besar dengan kuota total 65 persen,” jelasnya.

Hal lain yang jadi kebijakan Dispendik Jatim adalah disertakannya surat keterangan domisili yang tahun sebelumnya menjadi salah satu persyaratan wajib pendaftar.

Tahun ini, surat keterangan domisili diperketat. Yakni hanya diperbolehkan dilampirkan untuk kondisi tertentu seperti daerah yang terkena bencana alam dan bencana sosial.  “Untuk pandemi Covid-19 ini tidak termasuk dalam bencana alam atau bencana sosial,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP