alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Wagub Berharap Ada Solusi untuk Stok Garam Rakyat yang Menumpuk

08 April 2021, 08: 20: 44 WIB | editor : Wijayanto

Pekerja tambak garam di kawasan Benowo Surabaya.

Pekerja tambak garam di kawasan Benowo Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap ada solusi terhadap garam rakyat yang masih menumpuk di gudang. Hal ini disampaikan terkait rencana pemerintah pusat yang akan impor garam 3,07 ton.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada terkait penyerapan garam ini. Kami berharap ada solusi yang tepat dari pemerintah terhadap garam rakyat yang masih menumpuk di gudang ini,” ujar Emil.

Meski demikian Mantan Bupati Trenggalek ini meminta masyarakat bersabar dan mengikuti perkembangan informasi terkait impor garam ini. Menurutnya rencana impor garam ini masih dalam pembahasan. “Kita lihat saja keputusannya pemerintah pusat bagaimana,” tuturnya.

Baca juga: Pengedar Sabu dan Ekstasi Disergap di Parkiran Apartemen

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Mohammad Gunawan Saleh mengupayakan pengawasan agar garam impor jika telah tiba di Tanah Air tidak dijual untuk konsumsi dan aneka pangan. Menurutnya dengan begitu hasil panen garam rakyat memiliki peluang terserap pasar.

“Kebijakan importasi garam yang ditetapkan Pemerintah Pusat hanya untuk memenuhi kebutuhan industri. Untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga dan aneka pangan menggunakan garam rakyat dari petani lokal,” jelasnya.

Gunawan menambahkan garam yang diimpor ini sebenarnya untuk industri, bukan untuk konsumsi. Garam ini biasanya digunakan untuk bahan baku produksi kaca dan kertas.  “Kalau ada perisahaan makanan minuman, yang menggunakan garam impor ini tidak boleh,” tuturnya.

Gunawan menambahkan target produksi garam tahun 2020 sekitar 900.000 ton namun tercapai 360.000 sekian. Menurutnya ini disebabkan karena harga yang turun, membuat masyarakat mengalihkan tambaknya untuk budidaya ikan dibandingkan produksi garam. “Stok garam di Jatim sekitar 469044,56 ton. Tapi masih menumpuk di gudang karena pabrik terlalu murah mengambil harga garam ini,” pungkasnya. (mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP