alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Peserta UTBK SBMPTN Tak Perlu Jalani Tes Covid-19

08 April 2021, 05: 25: 44 WIB | editor : Wijayanto

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutuskan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tidak mensyaratkan membawa hasil uji tes Covid-19.

Rencananya, pelaksanaan UTBK SBMPTN akan berlangsung secara offline dan dipusatkan di empat universitas negeri di Surabaya. Yaitu, Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan UPN Veteran Jawa Timur.

Pelaksanaan UTBK sendiri akan dilakukan sebanyak dua gelombang. Gelombang pertama pada 12-18 April 2021 dan gelombang 2 pada 26 April- 2 Mei 2021. Ini diputuskan, setelah Pemkot Surabaya melakukan pertemuan dengan jajaran kampus, panitia UTBK hingga Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Baca juga: Diberi Kepercayaan Malah Kebablasan dengan Teman Sekantor

"Kemarin sudah disepakati dengan teman-teman perguruan tinggi. Bahwa jangan sampai UTBK memberatkan. Namun, juga jangan sampai juga memberikan dampak yang negatif karena banyak yang positif (Covid-19)," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Namun, para calon mahasiswa diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. "Ada persyaratan cek suhu tubuh. Sehingga, sudah dipersiapkan sejak dari rumah agar ketika masuk di Surabaya kondisinya fit," katanya.

Pemkot Surabaya juga akan memperketat pengawasan protokol kesehatan. "Tapi, bukan berarti memberatkan. Biar bagaimanapun pendidikan berjalan," kata Cak Eri.

"Misalnya, penggunaan masker dan cek suhu tubuh. Kami meminta peserta mengikuti prokkes yang ketat. Ini sudah disepakati dengan IDI, satgas covid, perguruan tinggi. Sehingga, tetap berjalan meski di kondisi pandemi," imbuhnya.

Pemerintah menjaga keselamatan namun tetap mengajak masyarakat memiliki kepedulian tinggi menjaga prokes. "Kami coba memberikan kepercayaan sebagai pemerintah. Yang menjaga kota ini adalah masyarakat, bukan hanya pemerintah," kata Cak Eri.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto menjelaskan, bahwa pemerintah memang telah bertemu jajaran terkait.

Ini berdasarkan kajian ilmiah tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair), bahwa deteksi antigen dalam diagnosis SARS-CoV-2 dengan menggunakan immunoassay cepat (Rapid Diagnostic Test atau RDT Antigen) dalam pelaksanaan UTBK 2021, bahwa UTBK bukan merupakan situasi melakukan pelacakan kontak maupun screening Covid-19. "Sehingga tidak perlu dilakukan pemeriksaan RDT Antigen," kata Irvan mengutip hasil pertemuan tersebut.

Namun, UTBK harus menerapkan protokol kesehatan seperti yang tercantum dalam Perwali Surabaya No 67 Tahun 2020 secara ketat. "Juga, ada monitoring terhadap penerapan protokol kesehatan dalam persiapan maupun pelaksanaan UTBK," jelasnya.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya akan kembali melakukan assessment kepada penyelenggara UTBK.  "Melakukan assessment kedua dan melakukan review terhadap SOP penyelenggaraan UTBK pada tanggal 5 dan 6 April 2021 di masing-masing penyelenggara," ujar Irvan.

Rekomendasi akan dikeluarkan setelah kedua poin terpenuhi oleh pihak penyelenggara UTBK. Kemudian, Satgas Covid-19 juga meminta data peserta maupun panitia untuk mengantisipasi bila ditemukan kasus. "Data peserta dan panitia bisa diakses Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya. Bila mana terjadi penemuan kasus terkonfirmasi Covid-19," katanya.(rmt/rak)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP