alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Festival Jalur Rempah Momentum Wujudkan Kota Wisata Heritage

07 April 2021, 17: 23: 24 WIB | editor : Wijayanto

BAGIAN SEJARAH NUSANTARA: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) saat bertemu Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid di Balai Kota Surabaya, Selasa (6/4).

BAGIAN SEJARAH NUSANTARA: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) saat bertemu Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid di Balai Kota Surabaya, Selasa (6/4). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana akan menggelar acara Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021. Oleh karena itu, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkunjung ke Surabaya untuk berkoordinasi dengan Wali Kota Surabaya. Pasalnya, Surabaya merupakan Kota Pahlawan yang historisnya sangat dikenal. 

Dengan adanya jalur rempah itu Kemendikbud juga berencana untuk menghidupkan kegiatan seni. Karena Nusantara sudah berkontribusi pada dunia selama berabad-abad.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menjelaskan, kedatangannya saat ini untuk bersilaturrahmi dan berkoordinasi tentang rencana kegiatan Festival Jalur Rempah 2021. Konkretnya, nanti akan ada KRI Dewaruci milik angkatan laut bekerja sama dengan Kemendikbud yang akan berlayar mengelilingi Indonesia.

Baca juga: Sudah Punya Calon Istri, Malah Hamili Anak Orang

“KRI Dewaruci ini akan berlayar dari Banda Neira, dan tanggal 28 Oktober 2021 akan tiba di Kota Surabaya. Karena bertempat di Surabaya, maka kami memohon izin kepada Pak Wali Kota dan memberitahukan kegiatannya, termasuk apa saja nanti yang sekiranya bisa dikolaborasikan di sini," jelasnya.

Hilmar menambahkan, pada tahun 2024 titik-titik yang sudah dilewati oleh KRI Dewaruci dan sudah diidentifikasi cagar budayanya, serta seluruh rangkaiannya sebagai satu kesatuan akan didaftarkan sebagai warisan wisata dunia. Hilmar juga mengaku bahwa ada kesepakatan program dengan Wali Kota Surabaya yang dirancang secara bersama. Sehingga nantinya Kemendikbud, Pemkot Surabaya dan komunitas akan duduk bersama untuk melihat apa saja yang akan digelar nanti ketika tiba di Surabaya. 

“Lebih rinci nanti kita akan diskusikan di sini selama tiga harian ke depan, karena kita ingin fokus acaranya tidak hanya di pelabuhan, tapi juga di tengah kota. Karena ini festival rempah, maka pasti terkait dengan pangan, makanan, kuliner, jamu dan berbagai produk turunan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan siap men-support penuh acara Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021. Sebab, ini adalah kebudayaan nasional yang harus diakui secara internasional. “Insyallah dari hasil jalur rempah tadi, tidak hanya rempah saja, tapi juga bagaimana kebudayaannya juga harus bergerak di Kota Surabaya. Makanya, nanti tim dari Pemkot Surabaya, Kemendikbud dan komunitas kebudayaan akan segera menentukan rangkaian kegiatannya,” katanya.

Eri memastikan, acara ini akan menjadi momentum kebangkitan Kota Surabaya untuk mewujudkan kota wisata, baik heritage, kuliner dan ketambahan dari jalur rempah. “Saya sudah sampaikan ke Disbudpar, ya inilah momentumnya. Kok ya pas, karena saya juga punya keinginan seperti itu. Insyallah ini momentum Surabaya menjadi kota wisata, karena nanti juga akan disambungkan dengan wisata airnya, sehingga nanti akan dimulai dari Jembatan Merah,” harapnya.

Eri juga menjelaskan, alasan dimulai dari Jembatan Merah karena di situ ada sejarahnya dan ada pula bangunan kota lamanya, seperti bangunan Bank Mandiri, Bank Indonesia dan beberapa kantor BUMN lainnya. Karenanya, semua gedung-gedung itu merupakan satu kesatuan dari kota lama, sehingga Surabaya ke depannya bukan hanya kota jasa, tapi juga kota yang mempunyai sejarah yang hebat dan punya kota lama yang diakui.

“Jadi, mulai hari ini kita gerakkan dengan semua tim, dan tanggal 28 Oktober 2021 merupakan gongnya kegiatan wisata di Surabaya, sehingga harapan saya meskipun sudah selesai acara pada tanggal 28 Oktober, tapi kegiatan wisata di kota lama itu akan terus jalan ke depannya,” terangnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP