alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Disdag Giatkan Sidak dan Operasi Pasar Kendalikan Harga Jelang Ramadan

07 April 2021, 17: 20: 52 WIB | editor : Wijayanto

TREN MUSIMAN: Daging ayam menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harganya mulai naik jelang Ramadan.

TREN MUSIMAN: Daging ayam menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harganya mulai naik jelang Ramadan. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Enam hari menjelang awal Ramadan yang akan jatuh pada 13 April mendatang harga kebutuhan bahan pokok penting (bapokting) di pasaran Surabaya masih mengalami kenaikan. 

Untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya mulai melakukan operasi pasar dan sidak pasar. Upaya ini dilakukan Disdag untuk menjamin ketersedian kebutuhan pokok serta menjaga harga-harga tetap stabil. 

Kepala Dinas Perdagangan Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan, menjelang Ramadan daging ayam dan telur ayam naik. Daging ayam harga patokan dari pemerintah sebesar Rp 34.000 per kilogram. Saat ini menurut Wiwiek harganya jauh di atas Rp 34.000 per kilogram. Sedangkan harga telur ayam yang awal pekan lalu masih Rp 26.050 per kilogram naik menjadi Rp 27.850. "Ini belum baik kondisinya dua komoditi ini selalu kami pantau menjelang Ramadan," jelasnya, Selasa (6/4).

Baca juga: Buka Munas IX LDII, Ini Empat Pesan Presiden Jokowi

Sedangkan kebutuhan pokok lain seperti bawang merah naik dari Rp 43.250 menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Bawang putih, harga naik dari Rp 43.800 menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Cabai merah, harganya naik dari Rp 32.000 menjadi Rp 34.450 per kilogram. Minyak goreng, harga naik dari Rp 13.800 menjadi Rp 14.500 per kilogram. Meskipun demikian, ada juga bahan pokok yang harganya terpantau turun.

Sedangkan harga beras menurut Wiwiek, justru turun dan aman untuk dua bulan ke depan. Beras harganya turun dari Rp 11.900 per kilogram menjadi Rp 11.700 per kilogram. "Beras aman, relatif aman, stok kecukupan untuk dua bulan ke depan masih ada," ungkapnya.

Untuk memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman, pihaknya akan menggelar sidak pasar. Sidak akan dilakukan secara rutin di pasar-pasar yang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Pemkot akan bekerja sama dengan satgas pangan Polrestabes Surabaya. "Sidak pasar kita sasar pasar tradisional dan pasar modern," katanya.

Sementara itu Kabid Distribusi Disdag Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo menegaskan, sidak pasar menyasar kemungkinan adanya permainan harga oleh oknum tertentu. Sehingga sidak pasar dilakukan untuk mengkroscek kemungkinan adanya dugaan permainan harga yang tidak wajar. "Jika ini terjadi urusannya jadi pidana. Pelakunya kita serahkan ke penegak hukum," tegasnya.

Selain itu, pemkot juga siap menggelaroperasi pasar. Tujuannya menstabilkan harga. Kegiatan itu akan menyasar berbagai kelurahan di 31 kecamatan. Pemkot akan memberikan harga-harga di bawah harga pasar. Selain menggandeng distributor, pihaknya juga akan bekerja sama dengan UMKM. Berbagai produk UMKM akan ikut dipasarkan dalam operasi pasar. "Tentu dengan harga di bawah rata-rata," jelasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP