alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Khofifah Minta Masjid-Musala Siapkan Satgas Covid-19 Pantau Tarawih

07 April 2021, 11: 01: 12 WIB | editor : Wijayanto

BAHAS PROKES: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum bersama staf berdiskusi dengan Ustad Sueb Toyyib Fatah di Jalan Sukodono, Surabaya.

BAHAS PROKES: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum bersama staf berdiskusi dengan Ustad Sueb Toyyib Fatah di Jalan Sukodono, Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Bulan Ramadan 1442 Hijriah tinggal enam hari lagi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, meski mudik Idul Fitri tahun ini dilarang pemerintah, ibadah salat Tarawih dan salat Idul Fitri diperbolehkan dengan tetap menaati protokol kesehatan (prokes).

Salah satunya adalah dengan menjaga jarak secara aman. “Harus ada tim Satgas Covid-19 di musala dan masjid. Sehingga, ketika menjalankan salat Tarawih, termasuk salat Id, terjaga prokes dengan baik,” ujar Khofifah.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro diperpanjang lagi mulai 6 hingga 19 April. Terdapat perluasan wilayah pada PPKM mikro ini. “Jika sebelumnya hanya tujuh hingga 10 provinsi, saat ini diperbanyak menjadi 20 provinsi,” jelasnya.

Baca juga: Masjid Al Akbar Siap Gelar Tarawih dengan Protokol Kesehatan Ketat

Selain itu, Khofifah juga meminta masyarakat legawa menerima kebijakan pemerintah tentang larangan mudik. Salah satu penyebabnya adalah karena masih mewabahnya Covid-19 di tanah air. “Pemerintah masih melarang mudik. Kita harus longgar hati untuk menjaga keselamatan bersama. Tolong dipatuhi aturan ini,” katanya.

Menurut Khofifah, seperti halnya Idul Fitri tahun lalu, kebiasaan masyarakat untuk bersilaturahim dengan sanak keluarga berhalalbihalal harus ditunda dulu. “Untuk sementara harus dilakukan secara daring,” jelasnya.

Khofifah menyebut, situasi dan kondisi pandemi Covid-19 di Jawa Timur perlahan-lahan mulai melandai. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari berbagai macam upaya yang dilakukan pemerintah dengan membuat beberapa kebijakan seperti pemabatasan sosial berskala besar (PSBB), PPKM, PPKM mikro, hingga proses vaksinasi dan tentu peran aktif masyarakat menjaga protokol kesehatan.

DEKATI TOKOH AGAMA

Berbagai upaya terus dilakukan pihak kepolisian untuk menekan penyebaran Covid-19 jelang bulan puasa. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengunjungi kediaman KH Dr Soenarto, ketua takmir Masjid Nurul Fatah di Jalan Lasem, Kelurahan Dupak, Selasa (6/4) sore.

Dalam kunjungannya, Kapolres didampingi Kapolsek Krembangan Kompol Redik Tribawanto dan para pejabat utama Polres Tanjung Perak seperti Kasat Lantas AKP Eko, Kasat Intelkam AKP Awaludin, dan Kasat Sabhara AKP Sony.

Kapolres mengajak KH Soenarto untuk bersama-sama menjaga protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi dalam beberapa hari mendatang kita segera memasuki bulan Ramadhan. Banyak masyarakat yang memilih beribadah di Masjid sehingga rawan penyebaran Covid-19.

“Jadi, perlu diterapkan protokol kesehatan seperti mewajibkan penggunaan masker dan menjaga jarak sosial,” kata AKBP Ganis. Dia mengingatkan, pelaksanaan ibadah salat Tarawih agar jumlah jamaah ditekan maksimal 50 persen dari kapasitas masjid dan musala.

Menurut dia, peranan ulama sangat penting dalam penanganan pandemi Covid-19. “Peran tokoh agama juga penting dalam menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif,” ungkapnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP