alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

BMKG: Musim Pancaroba, Waspadai Cuaca Ekstrem di Jatim

07 April 2021, 10: 37: 01 WIB | editor : Wijayanto

DERAS: Pengendara kendaraan bermotor nekat menerjang hujan yang mengguyur kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.

DERAS: Pengendara kendaraan bermotor nekat menerjang hujan yang mengguyur kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga Jawa Timur mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Kepala Stasiun Metorologi Kelas I Juanda Surabaya, I Wayan Mustika mengatakan, wilayah Jawa Timur telah memasuki masa pancaroba atau peralihan musim sejak awal Maret 2021.

”Saat ini wilayah Jatim masuk pancaroba, potensi bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, hingga jalan licin perlu diwaspadai,” kata Wayan.

Saat peralihan musim, terjadi gangguan atmosfer yang menyebabkan potensi peningkatan intensitas curah hujan di Jawa Timur. Sehingga potensi hujan es, puting beliung, hujan lebat, dan angin kencang sesaat dari awan cumulonimbus akan mungkin terjadi.

Baca juga: Bantu Korban Banjir, 75 Personel Brimob Polda Jatim Di-BKO ke NTT

Pola tekanan rendah dan siklon tropis Seroja di selatan Indonesia juga mulai aktif, sehingga membentuk palung tekanan rendah memanjang dari barat ke timur. ”Hal ini yang menyebabkan adanya konvergensi atau zona pertemuan angin di wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Kepala Forecaster BMKG Tanjung Perak, Surabaya, Muhammad Arif Wiyono menambahkan, kondisi atmosfer yang terpantau saat ini mengalami gangguan sehingga terjadi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jatim. Curah hujan tinggi hingga angin kencang disertai kilat atau petir juga terjadi setiap saat.

Menurut dia, cuaca ekstrem tersebut akibat siklon tropis Seroja yang memberikan dampak hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai kilat serta angin kencang. Angin tersebut akan bergerak ke Samudera Hindia hingga ke barat Australia. Sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat selama sepekan ini.

”Karena jalurnya (angin) ke Samudera Hindia dan Australia Barat. Efeknya secara langsung berdampak di wilayah Jatim,” katanya.

Selasa (6/4) siang terjadi angin kencang di wilayah Surabaya. Arif menyebut kondisi angin itu tidak biasa. Kecepatannya tinggi. ”Biasanya hanya 22 kilometer per jam, tapi kali ini bisa mencapai 30 kilometer per jam,” ungkapnya. (rmt/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP