alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jadi Kurir Sabu, Dua Sejoli Dituntut Hukuman 10 Tahun

05 April 2021, 02: 24: 55 WIB | editor : Wijayanto

KOMPK: Erwan Kurniawan dan Mega Putri Septiyani disidang secara virtual.

KOMPK: Erwan Kurniawan dan Mega Putri Septiyani disidang secara virtual. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Erwan Kurniawan dan Mega Putri Septiyani tak hanya punya hubungan spesial, tapi juga kompak dalam urusan narkoba. Sejoli itu disidang di Pengadilan Negeri Surabaya gara-gara jadi kurir narkotika jenis sabu-sabu. Keduanya dituntut selama 10 tahun penjara. 

Jaksa menyatakan terdakwa Erwan dan Mega bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Erwan Kurniawan Bin Awang dan terdakwa II Mega Putri Septiyani binti Kasturi dengan pidana penjara selama 10 tahun dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah para terdakwa tetap ditahan,” kata Jaksa Siska. 

Selain hukuman kurungan 10 tahun, kedua terdakwa juga dibebani hukuman denda Rp 1 miliar. Apabila tidak bisa membayar, sebagai gantinya dihukum enam bulan penjara. Atas tuntutan tersebut, keduanya mengaku keberatan dan meminta keringanan hukuman. “Kami minta keringanan pak hakim,” ujar para terdakwa.. 

Baca juga: Permudah Layanan Adminduk, Petugas di Kantor Kelurahan Ditambah

Mereka mengaku kapok setelah kepergok menjadi kurir 200 gram sabu-sabu. Keduanya mengatakan saat itu tergiur dengan upah yang dijanjikan oleh Penceng (DPO). “Saya kapok pak hakim,” ucap mereka.

Mereka mengambil sabu tersebut di Terminal Bungurasih Sidoarjo. Penceng meminta Erwan untuk mengirimkan 150 gram sabu kepada Kaji (DPO) di area rumah Dinas Petugas Lapas Medaeng Sidoarjo.

Sesampainya di lokasi, Erwan menurunkan Mega di warung dengan berkata akan mengambil sabu tersebut. Erwan mengambil sabu itu di dekat tiang listrik Terminal Angkutan Bungurasih Sidoarjo. 

“Setelah mendapatkan sabu tersebut, saya menuju ke Griya Kost Safina. Di kamar No 20 pak. Di Jalan Raya by Pass Juanda Sidoarjo. Disitu saya pecah jadi beberapa bagian. Kemudian saya kirim ke Kaji,” aku Erwan. (gin)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP