alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Stok Reagen Kit untuk Tes PCR di Jawa Timur Mulai Menipis

05 April 2021, 01: 54: 05 WIB | editor : Wijayanto

TELITI: Seorang petugas kesehatan menganalisis sampel tes PCR.

TELITI: Seorang petugas kesehatan menganalisis sampel tes PCR. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi mengatakan stok reagen kit untuk tes Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di wilayahnya menipis. 

Joni yang juga Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya, menyebut reagen kit mulai sulit didapatkan. Padahal reagen merupakan komponen utama dalam melakukan tes Covid-19. ”Yang kami takutkan di 2021 ini adalah testingnya, karena reagen saya mendengar dari kawankawan yang bekerja di laboratorium, agak susah mencari reagen untuk tes PCR,” kata Joni. 

Joni mengungkap hal tersebut di hadapan Ketua Satgas Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat Rakor Penanganan Covid-19 di Provinsi Jatim.

Baca juga: Lakukan Aksi Sehat Jogo Kampung di Desa Peterongan Kabupaten Jombang

Menurut Joni, reagen sulit didapat karena BNPB tak lagi memberi dukungan reagen kepada daerah-daerah. Ia mengaku telah berupaya menyurati Kementerian Kesehatan. ”Karena dari BNPB tidak lagi men-support reagen. Reagen ini kami sudah kirim surat ke Kementerian Kesehatan,” ujarnya. 

Kini, kata Joni, jumlah stok reagen yang tersisa hanya bisa bertahan selama satu bulan ke depan. Meski begitu ia tak menyebutkan detail angka sisa reagen yang saat ini masih ada. ”Kami kurang tahu angkanya kalau di Jatim, tapi kalau di rumah sakit kami cukup bertahan satu bulan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan bahwa lembaganya kini tak lagi menangani pengadaan reagen. Menurut Doni, pengadaan reagen saat ini menjadi urusan Kemenkes. ”Ada proses transisi, tadinya seluruhnya dihandle oleh BNPB, tapi enggak mungkin seumur hidup lembaga ad hoc, mengurusi urusannya Kemenkes,” kata Doni. 

Doni menyatakan BNPB mulai berhenti melakukan pengadaan reagen kit sejak Januari 2021. Pihaknya pun mendorong Kemenkes untuk mandiri menangani pengadaan reagen tersebut. ”Sejak Januari 2021, saya bilang, kita harus bisa mendorong Kemenkes untuk mandiri dalam pengadaan reagen,” ujarnya. 

Doni menceritakan bagaimana cara BNPB melakukan pengadaan reagen di awal-awal masa pandemi 2020. Kala itu, pihaknya bahkan harus menyerobot antrean Pemerintah Jerman untuk mendapatkan barang tersebut. (mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP