alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Bioskop Mulai Buka di Surabaya

Rutin Dicek, Jika Melanggar Prokes akan Langsung Ditutup

04 April 2021, 08: 01: 26 WIB | editor : Wijayanto

PROKES: Sejumlah penonton menikmati tayangan bioskop di salah satu cinema di Grand City Mall, Surabaya, Jumat (2/4).

PROKES: Sejumlah penonton menikmati tayangan bioskop di salah satu cinema di Grand City Mall, Surabaya, Jumat (2/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA–Keinginan masyarakat Surabaya untuk bisa kembali menikmati film di gedung bioskop akhirnya terkabul. Hampir setahun lebih setelah semua tempat hiburan ditutup oleh Pemkot Surabaya akibat pandemi Covid-19, kini tempat hiburan termasuk bioskop sudah boleh operasional.

Wali Kota Surabaya pun telah menetapkan Perwali baru Nomor 10 Tahun 2021 revisi dari Perwali Nomor 67 tahun 2020 yang mengatur tentang rekreasi dan hiburan umum (RHU). Dengan perwali itu, maka bioskop-bioskop di Surabaya kini sudah mulai buka. Meski dengan tetap wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Selain jumlah penonton dibatasi, mereka juga tidak memboleh membawa makanan dan minuman. 

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan assesment terhadap bioskop yang ada di Surabaya. Sehingga mulai Jumat (2/4) bioskop sudah mulai buka.

Baca juga: Suami Ringan Tangan, Lupa Bikin Air Panas, Kepala Istri Dikeplak

OPERASIONAL: Sejumlah penonton bersiap menonton bioskop yang mulai buka kembali di Grand City Mall, Surabaya, Jumat (2/4).

OPERASIONAL: Sejumlah penonton bersiap menonton bioskop yang mulai buka kembali di Grand City Mall, Surabaya, Jumat (2/4). (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

”Sudah kita assesment semua dan sudah kami sampaikan rekomendasinya kepada pihak pengelola bioskop. Kemungkinan banyak yang mulai beroperasi mulai Jumat (2/4),” katanya.

Irvan mengungkapkan, hasil dari assesment prokes rata-rata bioskop dalam kategori masih mengendalikan dan menerima risiko. Sehingga bisa beroperasi. Namun ketika nantinya ada pelanggaran terhadap prokes selama beroperasi, maka pihaknya tak sungkan untuk langsung melakukan penutupan. 

”Yang jelas kita lakukan pengecekan terkait kesiapan mereka dan kita hitung untuk total risikonya masih dalam ketegori mengendalikan risiko. Kalau nilainya cukup berisiko kita tidak izinkan untuk beroperasi,” ungkapnya.

Irvan menyebut, bioskop yang sudah layak beroperasi seperti grup XXI, Movie Max, dan CGV. Pihaknya juga sudah mengecek prosedur pembukaan gedung bioskop yakni dengan swab bagi karyawan bioskop. ”Kita cek kemarin yang di XXI sudah menunjukkan (hasil swab) ke petugas juga,” jelasnya.

Tak hanya dalam SOP, penonton bioskop wajib mentaati protokol kesehatan (prokes). Untuk penonton di dalam gedung bioskop, nantinya juga akan dilakukan pengurangan kapasitas, dengan kursi berjarak minimal 1 meter. Jumlah penonton juga dibatasi dalam ruangan sekitar 50 persen dari kapasitas tempat duduk di dalam bioskop.

Kemudian, jarak minimal 1 meter dengan memperhitungkan ruang gerak bebas. ”Di-SOP juga ada di closed space, harus mengganti sirkulasi udara atau minimal dengan air purifier,” terangnya.

Untuk memastikan prokes dan penerapan SOP di bioskop, Irvan memastikan, akan melakukan pengecekan pada minggu depan. “Rencananya Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) bersama Forkompimda akan meninjau bioskop, minggu depan. Untuk memastikan penerapan prokes dan SOP yang sudah kita tetapkan. Kalau terbukti ada yang melanggar ya kita hentikan opera sionalnya,” tegasnya.

Sementara itu untuk RHU lainnya seperti tempat hiburan malam maupun panti pijat, menurut Irvan masih proses assesment. Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Surabaya untuk mengumpulkan pengelola tempat hiburan malam.

Sementara itu, Tim Satgas Covid-19 sekaligus dokter spesialis paru Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya Wiwin Is menyarankan, kebijakan dibukanya kembali bioskop ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Antara lain kebijakan cara menonton, petugas bioskop, dan pengunjung. Untuk kebijakan menonton, Wiwin menjelaskan, sudah disepakati kapasitas penonton hanya diperbolehkan 25 persen. “Jarak penonton wajib memenuhi prokes. Penggunaan filtrasi udara yang bagus, agar kelembaban ruangan terjaga bagus,” kata Wiwin.

Kemudian mengenai petugas bioskop, sebisa mungkin mengoptimalkan transaksi tiket melalui daring. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya penumpukan pengunjung.

Selain itu petugas juga wajib mengimbau untuk melarang makan dan minum. “Petugas juga wajib memahami tanda dan gejala Covid-19 dan memastikan studio bioskop dilakukan penyemprotan disinfektan agar steril,” jelasnya.

Selain bisa menggunakan disinfektan, Wiwin menyarankan agar menggunakan portable sinar UV. Hal itu lebih baik ketimbang menggunakan disinfektan lantas dapat membuat kursi studio menjadi basah. “Kalau pakai UV bisa membunuh virus di udara ruangan cinema. Jadi lebih efektif dengan durasi 30 menit sampai 120 menit,” ujarnya. (rmt/gin/nur)

(sb/rmt/gin/jay/JPR)

 TOP