alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Media Tanam Koke Dama: Simpel dan Estetis, Cocok untuk Tanaman Indoor

03 April 2021, 21: 57: 06 WIB | editor : Wijayanto

TEKNIK ASAL JEPANG: Risya Naznaini merapikan tanaman-tanaman hias yang tanam dalam pot berbahan sabut kelapa dalam pameran yang digelar di Ciputra World Surabaya.

TEKNIK ASAL JEPANG: Risya Naznaini merapikan tanaman-tanaman hias yang tanam dalam pot berbahan sabut kelapa dalam pameran yang digelar di Ciputra World Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Metode penamanan menggunakan koke dama bisa menjadi pilihan pecinta tanaman hias. Selain bentuknya yang unik, juga membuat suasana ruangan tampak lebih estetis. 

Media tanam jenis ini tergolong baru, di Surabaya sendiri masih jarang peminatnya. Padahal menanam tanaman hias memakai media ini akan mempermudah proses perawatan. 

“Salah satunya saat kita menyiram. Kalau memakai koke dama cukup dicelupkan ke air selama 30 detik, ditiriskan kemudian bisa dipajang lagi. Dua sampai tiga kali saja,” kata Sales Creative Koke, Dama Risya Naznaini. 

Baca juga: Nyabu Bareng ABG Divonis 4 Tahun Penjara

Media tanam yang diadopsi dari Jepang ini tetap menggunakan tanah di dalamnya, kemudian dibalut menggunakan serabut kelapa dan yang terakhir dilapisi rotan sintetis atau rotan kayu sebagai hiasannya. “Jadi masih ada tanahnya di dalam, dibentuk menyerupai bola,” ujar Risya. 

Menggunakan media tanam ini, menurut Risya, akan memperlambat pertumbuhan tanaman dan tidak secepat prosesnya seperti penanaman di pot atau tanah. Namun, tetap memberikan nutrisi, oksigen, dan tidak terlalu ketat ketika menggunakan media ini. “Masih tetap bisa tumbuh anakan baru atau daun baru. Tapi ya nggak secepat seperti di pot atau tanah. Karena memang konsepnya untuk indor,” jelas Risya. 

Untuk perawatannya cukup simpel, ketika tanaman mulai besar perlu diganti media yang lebih besar lagi untuk menyesuaikannya. Untuk penggantiannya juga cukup lama, membutuhkan waktu satu hingga dua tahun. Untuk memberi pupuk, menggunakan cara direndam ke air selama 30 detik dan ditiriskan. “Kalau saya pakai pupuk MPK, itu dilartukan ke air. Kemudian dicelupin aja sampai air pupuknya meresap,” tuturnya. 

Kebanyakan tanaman yang menggunakan media ini adalah tanaman yang tidak terlalu suka paparan matahari. Di antaranya tanaman jenis sirih-sirihan, tanaman bambu, singonium, sansiviera dan lain sebagainya. “Selama tanaman itu kuat, tahan banting, tidak terlalu membutuhkan banyak cahaya itu bisa diaplikasikan. Jadi media tanam ini cocok untuk digunakan di Surabaya,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP