alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Gubernur Khofifah Minta Umat Kristiani Tak Khawatir Rayakan Paskah

03 April 2021, 07: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

TINJAU GEREJA: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Forkopimda Jatim dan Wali Kota Surabaya, meninjau pengamanan di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya, saat pelaksanaan ibadah Jumat Agung, Jumat (2/4).

TINJAU GEREJA: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Forkopimda Jatim dan Wali Kota Surabaya, meninjau pengamanan di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya, saat pelaksanaan ibadah Jumat Agung, Jumat (2/4). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Jawa Timur memantau langsung kondisi Gereja Katedral Hati Kudus Yesus (HKY) Surabaya, Jumat (2/4). Ia meminta umat kristiani tidak takut dan khawatir menjalani peribadatan Pekan Suci Paskah lantaran pihaknya bersama forkopimda sudah menyiapkan pengamanan.

Gubernur Khofifah datang bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sekitar pukul 10.17. Dengan ditemani sejumlah pastor, mereka langsung memasuki gereja dan melihat kesiapan jelang ibadah Jumat Agung.

”Kami silaturahim ke sini untuk melihat kesiapan proses peribatan pada hari ini (Jumat Agung) dan besok (Sabtu Paskah) akan berjalan dengan aman dan semua berseiring dengan upaya saling menghormati antara satu dan yang lain,” ungkap Khofifah.

Baca juga: Gelapkan 5.559 Ban Seharga Rp 8,8 Miliar, Kuli Panggul Divonis 3 Tahun

BERJAGA: Personel kepolisian dengan bersenjata lengkap bersiaga didepan gereja Hati Kudus Yesus, Jalan Polisi Istimewa, Surabaya, Jumat (2/4).

BERJAGA: Personel kepolisian dengan bersenjata lengkap bersiaga didepan gereja Hati Kudus Yesus, Jalan Polisi Istimewa, Surabaya, Jumat (2/4). (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Selain memantau kesiapan, Forkopimda Jatim juga menyerahkan sejumlah bantuan sosial seperti sembako dan peralatan kebersihan. Khofifah juga memberikan alat tes swab antigen yang dapat digunakan untuk mengetes kondisi pengurus dan panitia acara. 

”Mudah-mudahan semuanya berseiring dengan upaya tetap membangun Jawa Timur guyup rukun,” katanya.

Sementara itu, Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya Romo Yosef Eko Budi Susilo mengungkapkan, Paroki Katedral HKY Surabaya telah mempersiapkan proses peribadatan di gereja di Jalan Polisi Istimewa tersebut.

Mulai dari jumlah jemaat, waktu yang dipersingkat, hingga keamanannya. ”Dengan adanya bom di Katedral Makassar hari Minggu (28/4), lalu di Mabes Polri, maka penjagaan dan keamanan diperketat,” katanya.

Romo Eko juga menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan, baik TNI, Polri, maupun Satpol PP dan Pramuka, yang telah membantu demi kenyamanan dan keamanan para jemaat yang akan beribadah. 

”Mekanismenya, yang masuk, penjaga di depan ada yang kenal. Karena zona ibadat ini dibatasi, tidak semua umat paroki lain, tapi hanya umat di Paroki HKY sendiri. Lalu diiringi dengam streaming,” tuturnya.

Gereja Katedral HKY Surabaya bisa menampung 800 jemaat. Namun, lantaran pandemi Covid-19, maka hanya disediakan 200 tempat saja. Jemaat yang ingin beribadat mendaftar terlebih dahulu baru bisa mendapatkan kursi.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim untuk meninjau Gereja Katedral Hati Kudus Yesus (HKY) Surabaya jelang ibadah Jumat Agung. Sehari sebelumnya, Eri bersama forkopimda juga meninjau sejumlah gereja di Kota Pahlawan.

Eri bersama para pejabat itu ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat kristiani untuk mengikuti perayaan Pekan Suci Paskah sejak Kamis lalu. “Kami melihat juga bagaimana protokol kesehatan dan keamanan dalam beribadah,” katanya.

Eri memastikan sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk melakukan pengamanan di berbagai tempat di Surabaya. Apalagi saat ini hari libur panjang sehingga beberapa tempat dilakukan pengamanan yang agak ketat. ”Tapi kami lebih konsen dengan tempat ibadah karena kami berharap ibadah Paskah bisa berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman,” katanya. (mus/rmt/rek)                                                                                                                                                                                                                                                                               

(sb/rmt/mus/jay/JPR)

 TOP