alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diduga Terlibat Terorisme, Warga Surabaya Diringkus Densus 88 Polri

Sehari-hari Jaga Toko dan Jualan Madu-Herbal

03 April 2021, 05: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

SYOK: Sulis (kiri), istri Suyitno, sempat syok melihat suaminya ditangkap polisi karena diduga terlibat terorisme.

SYOK: Sulis (kiri), istri Suyitno, sempat syok melihat suaminya ditangkap polisi karena diduga terlibat terorisme. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri kembali menangkap dua orang terduga teroris di Jawa Timur, Jumat (2/4). Suyitno, 41, ditangkap di rumahnya di Jalan Simo Pomahan Utara II, Surabaya. Sedangkan RH alias AO, 42, ditangkap di Dusun Purboyo Mayangsekar, Desa/Kecamatan Rengel, Tuban.

Informasi yang dihimpun Radar Surabaya menyebutkan jika Suyitno, warga Jalan Simorejo Sari A Gang V, Sukomanunggal, Surabaya, ditangkap di Jalan Simo Pomahan Utara II, Surabaya, pada pukul 07.18. Setelah melakukan penangkapan, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah Suyitno di Simorejo Sari A Gang V.

Ketua RT 04 RW 06 Kelurahan Simomulyo Baru Fauzi mengatakan, penggeledahan dilakukan Jumat (2/4) sekitar pukul 08.30. “Saya menyaksikan, polisi menyita buku-buku jihad, dua kotak amal, majalah, berkas-berkas, HP jadul 10 lebih, dan topi hitam bertuliskan kalimat Lailaha Illallah dari kamar Pak Suyitno,” ujar Fauzi ditemui di Jalan Simorejo Sari A-V, Surabaya, Jumat (2/4).

Baca juga: Bayar Utang Ayah ke Bandar Narkoba, Kurir Belia Divonis 9 Tahun

(M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Fauzi mengungkapkan, sehari-hari Suyitno bekerja menjaga toko sembako. Suyitno juga sering jamaah ke masjid. Apabila ada kerja bakti juga ikut. “Kalau ketemu warga ya menyapa. Sudah 10 tahunan lebih tinggal di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, istri Suyitno, Sulis, mengaku syok saat didatangi puluhan polisi, Jumat pagi. Ia hanya bisa menenangkan ibunya, Riati, 63, yang hendak pingsan dan dua anaknya yang masih kecil.

Polisi awalnya memberitahukan surat penggeledahan kepada dirinya. Namun belum sampai dibaca tuntas, polisi langsung melakukan penggeledahan.

Menurut Sulis, dari penggeledahan polisi membawa dua kotak kaca, buku rekening, topi kalimat Lailaha illallah, dan majalah Risalah. “Dahulu sempat langganan majalah Risalah. Saya tidak diberitahu dibawa ke mana suami saya,” beber Sulis saat ditemui di rumahnya.

Perempuan 37 tahun itu menyatakan, sekitar pukul 06.30 suaminya pamit berangkat kerja menjaga toko sembako di Simopomahan II, Surabaya. Namun, setelah itu belum mendapat kabar dan tiba-tiba puluhan polisi menggeledah rumahnya.

“Keseharian suami saya jaga toko sembako pagi sampai siang duhur pulang. Kemudian kembali pukul 17.00 sampai pukul 21.00 baru pulang,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Selain menjaga toko, lanjut Sulis, suaminya juga menjual madu dan obat herbal. “Kalau kotak kaca itu rencana buat tabungan anak-anak. Kalau mau beli apa-apa biar nggak bingung,” kata perempuan bercadar itu.

Sulis mengaku sudah menikah dengan Suyitno selama 12 tahun dan kini memiliki dua anak perempuan. Masing-masing berusia tiga tahun dan satu tahun. Ia kenal dengan Suyitno saat masih sama-sama bekerja di apotek. “Suami asalnya dari Saradan, Madiun. Dia orang yang rajin salat tepat waktu dan suka menasihati,” paparnya.

Saat disinggung apakah Suyitno sering mengikuti kajian-kajian, Sulis mengatakan tidak pernah. “Harapannya, semoga suami saya segera dibebaskan kalau nggak terlibat apa-apa. Kegiatan suami hanya di toko itu,” terangnya didampingi ibunya, Riati.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan penangkapan terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Polri di dua daerah di Jawa Timur, Jumat pagi. 

“Kedua terduga teroris ini ditangkap secara bersamaan. Lima dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan RH alias AO dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD),” ujar Gatot di Polda Jatim.

Alumnus Akpol 1991 itu melanjutkan, kedua terduga teroris yang diamankan tidak ada kaitannya dengan pelaku teror di Makassar dan Mabes Polri. (rus/rek)  

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP