alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Kuliner Khas Aceh: Mi hingga Sate Jadi Obat Kangen

31 Maret 2021, 20: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

BUMBU OTENTIK: Maya Sari (kanan) dan Melia, menikmati sajian makanan khas Aceh, di antaranya sate matang, ayam tangkap dan mie basah di restoran masakan khas Aceh di kawasan Margorejo.

BUMBU OTENTIK: Maya Sari (kanan) dan Melia, menikmati sajian makanan khas Aceh, di antaranya sate matang, ayam tangkap dan mie basah di restoran masakan khas Aceh di kawasan Margorejo. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Warga kota Surabaya kini bisa menikmati makanan khas Aceh tanpa harus jauh-jauh ke tempat asalnya. Cukup pergi ke Jalan Ahmad Yani. Di tempat makan ini bisa ditemu berbagai jenis kuliner khas Aceh. Mulai dari sate matang, ayam pangkap, dan mi basah spesial serta makanan khas Serambi Mekah lainnya. 

Maya Sari Irela, owner restoran Aceh ini menjelaskan, masakan Aceh yang disediakan di tempat usahanya ini untuk mengobati rasa kangen warga Aceh yang berdomisili di Kota Pahlawan akan kenikmatan kuliner tersebut.

“Semuanya khas Aceh. Mulai rasa, bumbu, cara mengolahnya pun juga dibikin senikmat di daerah asalnya,” kata Maya. 

Baca juga: Jamin Keamanan Jelang Paskah, Eri Gandeng Pendeta dan Romo

Maya menjelaskan, yang paling menarik adalah sate matang. Sate ini diolah menggunakan bumbu dengan rempah-rempah yang biasa digunakan oleh masyarakat Aceh. Di antaranya seperti daun kari, bawang putih, daun pandan, kayu manis, kapulaga dan sebagainya.

Untuk sate khas Aceh ini, tidak menggunakan bumbu kacang pada umumnya. Sate tersebut dibakar menggunakan minyak sayur. Setelah itu, disajikan bersama kuah soto. “Kuah sotonya ada sedikit santannya, spesialnya di kasih daun bawang. Kalau sate di Aceh, dimakan tidak pakai lontong. Tapi pake nasi dan kuah soto itu,” jelas Maya. 

Maya menambahkan, makanan yang paling banyak dipesan adalah mi basah spesial. Karena makanan ini cocok dengan dengan lidah orang Surabaya. Mi ini juga terdapat potonga daging sapi, cumi-cumi, dan udang. “Mi ini banyak disukai karena kuahnya sedikit, berbeda dengan orang Aceh yang lebih suka dengan banyak kuah. Jadi ini lebih nyemek-nyemek gitu. 

Mi ini juga ada tambahan kacang dan kripik mlinjo di dalamnya. Selain itu ada juga acar bawang yang menambah rasa manis dan asam. “Peminatnya rata-rata banyak dari keluarga, makan bersama di sini. Apa lagi orang Aceh yang tinggal di sini juga sering mampir,” ucapnya. 

Kuliner ini lebih cocok disandingkan dengan es teh tarik dan es mentimun ditambah sirup. Yang spesial adalah es timunnya, karena timun yang disajikan dengam cara diserut tanpa dihaluskan dengan blender. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP