alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Tak betah Kena Jurus Posesif Sang Istri

05 Maret 2021, 03: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: JUJUK KHARISMA)

Share this      

Posesif adalah salah satu bentuk sifat yang bisa menganggu stabilitas kehidupan sebuah rumah tangga. Istri posesif, rumah tangga bisa bubar jalan.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Posesif ini berbeda dengan rasa cemburu. Tingkatannya di atas cemburu. Ibarat kata, posesif itu cemburu yang berlebihan. Kelewat batas. Yang sudah tidak sesuai porsinya lagi. Rasa cemburu yang sudah dibumbui dengan rasa tidak aman dan selalu curiga. Posesif juga bukan bentuk protektif seseorang terhadap pasangannya. Karena rasa protektif yang benar, akan memberikan rasa aman dan nyaman. Nah, kalau posesif justru sudah menjauhkan dua rasa itu dari sebuah mahligai pernikahan.

Baca juga: Dua Remaja Bersekutu Rampas Ponsel ABG

Seperti yang saat ini terjadi dalam rumah tangga Donwori, 36, vs Karin, 34. Donwori adalah pria yang memilik karir cukup lumayan di usianya yang masih belum genap 40 tahun. Casing Donwori juga good looking. Skala 1-10, wajah dan penampilan Donwori di angka 8. 

Sementara Karin adalah ibu rumah tangga murni. Tidak ada aktivitas di luar rumah, maksudnya bekerja atau sejenisnya. Ia lebih banyak berkegiatan di rumah.

Nah, kondisi yang njomplang ini rupanya membuat Karin posesif terhadap Donwori. Ia selalu ingin mengetahui, apa saja yang sedang, sudah dan akan dikerjakan Donwori. Tak hanya ketika suaminya itu di rumah. Tapi, sudah melebar hingga urusan pekerjaan. 

Ngantor dianterin, pulang dijemput. Telat pulang ditelepon. Pulang malam karena ngelembur, eh sampek rumah diomelin.  

Dengan semua sikap posesif Karin itu, Donwori jengah juga. Ia mulai meresakan tidak betah. Apalagi, sesekai ia juga kena bully teman kantor atau pun komunitasnya.  “Salah sedikit saja, bisa diomelin tiga hari tiga malam. Ditambah lagi dicuekin,” keluh Donwori. 

Di samping itu, kemana pun Donwori ada tugas kantor, Karin selalu ingin ikut. Karin khawatir kalau suaminya selingkuh. Karena ketakutan itu, akhirnya Donwori yang tadinya tidak ada niatan untuk selingkuh, malah naksir perempuan lain.

Di samping itu, Donwori juga tidak betah dengan sikap Karin yang cemburuan dan gampang ngomel ketika tidak dituruti kemauannya. “Pegel aku kalau dikit-dikit ngomel, dikit-dikit diatur gini gitu,” kata Donwori. 

Karena tidak betah dengan sikap istrinya, ia pun mencari pelampiasan ke wanita lain. Awalnya, niat selingkuh hanya untuk mencari kepuasan. Namun hal itu malah membuat rumah tangganya celaka. Perselingkuhan itu akhrinya ketahuan dan membuat Karin marah besar. “Iya nggak apa kalau dia marah, saya sendiri sudah nggak betah kalau setiap hari diomeli terus. Saya nggak bisa bebas, kerja diikuti, ke mana-mana harus ikut,” aku Donwori. 

Pada akhirnya, Karin memilih untuk mengalah dan menggugat cerai suaminya tersebut. Donwori juga merasa tidak saling cocok dengan Karin hingga membuatnya mencari pelampiasan lain. “Saya nggak betah diomeli, diatur-atur gitu,” aku Donwori. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP