alexametrics
Jumat, 16 Apr 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pemanfaatan Bungker Tegalsari Tunggu Arahan Wali Kota

04 Maret 2021, 09: 56: 39 WIB | editor : Wijayanto

CAGAR BUDAYA: Tampak luar bangunan bunker Tegalsari peninggalan era kolonial.

CAGAR BUDAYA: Tampak luar bangunan bunker Tegalsari peninggalan era kolonial. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan revitalisasi terhadap bungker yang terletak tepat di belakang Mapolsek Tegalsari. Bungker peninggalan zaman Belanda itu dipugar namun tanpa meninggalkan kesan keasliannya. Karena bangunan itu merupakan bangunan cagar budaya.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya, Iman Krestian Maharhandono mengatakan, saat ini pihaknya tengah merampungkan rekonstruksi bangunan. 

Proses rekonstruksi itu yakni perbaikan dinding, landscape hinga pembangunan ruangan yang ada di dalam bungker tersebut. “Kemarin kita perbaiki dalamnya karena keadaan lembab ada bocoron air dari tanah, dindingnya dan atapnya juga. Kita juga sedang buat kamar mandi di dalamnya,” katanya.

Baca juga: Inovasi Masa Depan di Fitur2 Konektivitas Samsung Galaxy S21 Series 5G

DIPUGAR: Pekerja menyelesaikan revitalisasi bangunan bunker di kawasan Tegalsari, Surabaya.

DIPUGAR: Pekerja menyelesaikan revitalisasi bangunan bunker di kawasan Tegalsari, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Pihaknya juga sudah membongkar bangunan liar di sekitar. Kini bangunan liar itu sudah bersih. Anggaran untuk memugar bangunan cagar budaya yang mulai dikerjakan tahun lalu itu hingga saat ini sudah mencapai Rp 200 juta. “Ini dikerjakan secara swakelola,” ungkapnya.

Rencananya pemanfaatan bungker tersebut menunggu arahan dari Wali Kota Surabaya. Karena sebelumnya rencana pemkot akan membuatnya sebagai sentra ekonomi UMKM, displai produk, perpustakaan, dan tourism information. Namun perencanaan itu sebelum pandemi Covid-19. 

“Kita minta arahan ke wali kota untuk menyamakan dengan visi misinya karena beliau (wali kota) kan saat ini fokusnya pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi jadi kami menunggu arahan beliau, terutama untuk memberikan manfaat saat ini,” katanya.

Iman menjelaskan, di dalam bangunan itu ada dua bungker yang memiliki bentuk yang berbeda. Satu bungker berbentuk bundar mirip gudang. Satu bungker lagi mirip lorong menuju ruang bawah tanah. Bangunan keduanya juga terpisah. Jika dilihat, mungkin jaraknya 5 meter. “Nah itu kalau yang bungker mirip lorong itu butuh waktu untuk mengeruknya karena itu kan sampai tembus ke beberapa gedung di sekitarnya. Jadi kami akan manfaatkan yang bungker bundar itu,” jelasnya.

Oleh karena itu pihaknya akan secara bertahap melakukan pemugaran pada bangunan cagar budaya bertipe B itu. “Materialnya kita sesuaikan dengan yang akan kita manfaatkan karena kita secara bertahap melakukan revitalisasi ini. Sembari kita kaji lebih dalam tentang fungsi dan manfaat kedepan” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP