alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Catut Nama dan Foto Eri Cahyadi, Akun Penipu Tawarkan Pinjaman Modal

23 Februari 2021, 09: 19: 37 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Sebuah akun penipu mencatut nama dan foto Eri Cahyadi beredar di media sosial. Juru Bicara Eri-Armudji Aprizaldi  mengatakan, akun tersebut menawarkan pinjaman wirausaha dari koperasi yang sangat menggiurkan. Banyak warganet yang terkecoh."

Kami memastikan akun Facebook bernama Eri Cahyadi tersebut palsu. Selama ini Eri tidak pernah memiliki akun personal di Facebook. Eri hanya memiliki akun Facebook Page," katanya kemarin.

Menurut dia, dalam akun tersebut, terpajang foto Eri Cahyadi mengenakan baju warna merah dan songkok hitam sebagai foto profil. Foto itu ketika Eri Cahyadi diumumkan sebagai calon wali kota pada September 2020 lalu. 

Sementara latar belakang foto profil adalah foto saat Eri Cahyadi melakukan sungkem kepada ibunya sesaat sebelum akan melakukan pendaftaran ke KPU Surabaya.
"Akun Facebook Page mas Eri Cahyadi yang asli dengan alamat https://www.facebook.com/ericahyadiec. Sedangkan akun Instagramnya ada @ericahyadi_. Selain dua akun tersebut, dipastikan akun tersebut palsu," kata Aprizaldi.Akun tersebut menawarkan program pinjaman modal wirausaha bunga 0 persen, kerja sama antara pemerintah dengan Koperasi Sinarmas.  Biaya angsuran 50 persen per bulan dibantu pemerintah. "Jelas pesan ini adalah pesan penipuan. Mas Eri tidak pernah membuat pesan tersebut," ujarnya.
Aldi, sapaan akrab Aprizaldi, mengatakan, beruntung modus penipuan di medsos itu diketahui lebih awal oleh tim. "Ada beberapa warga yang tanya langsung ke tim kami, sehingga kami bisa merespons lebih cepat agar tak ada penipuan," ujarnya. Dengan munculnya akun palsu ini, lanjut Aprizaldi, pihaknya akan melapor ke Cyber Crime Polri sebab dikhawatirkan ada yang menjadi korban penipuan tersebut. Bisa saja, kata dia, dengan iming-iming akan dibantu, korban dimintai sejumlah uang atau bisa juga fotokopi KTP dan KK yang dikirimkan disalahgunakan. (gin/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP