alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Bandit Ini Sengaja Pindah-Pindah Kos untuk Cari Sasaran Motor Curian

22 Februari 2021, 18: 54: 10 WIB | editor : Wijayanto

KAWAKAN: Tersangka Imam dan barang bukti yang diamankan polisi.

KAWAKAN: Tersangka Imam dan barang bukti yang diamankan polisi. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Polisi menemukan fakta baru terkait jejak kejahatan tersangka Imam, 23,  pencuri motor asal Dusun Buroboan, Blega, Bangkalan, Madura. Sebelum melancarkan aksinya, pelaku lebih dahulu mencari sasaran dengan cara tinggal berpindah-pindah kos.

"Tersangka Imam itu indekosnya pindah-pindah. Dia mencari sasaran yang dekat dan mempelajari situasi lokasi sasaran," ungkap Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto.

Risti menambahkan, selain beraksi di kos-kosan, tersangka juga beraksi menyasar motor pengunjung minimarket yang ada di sekitar tempat tinggal tersangka. "Dia menggunakan kunci T yang ujungnya dipipihkan," sebutnya. 

Setelah berhasil menggasak motor curian, kata Risti, tersangka langsung membawa motor ke Madura untuk dijual. "Satu motor dijual dengan harga dari Rp 2 juta sampai Rp 3 juta," katanya.

Tersangka Imam dan komplotannya sudah punya jaringan penadah sepeda motor curian. Karena itu, motor-motor curian itu tidak sulit dipasarkan. Selama ini kendaraan bermotor curian itu dilempar ke daerah asalnya di Kabupaten Bangkalan, Madura.

Sebelumnya, anggota Opsnal Reskrim Polsek Sawahan menangkap Imam pencuri sepeda motor milik Nyami, 46, warga Jalan Dukuh Kupang Timur XVI, Surabaya. Tersangka berhasil diringkus setelah disanggong berhari-hari oleh anggota Opsnal. 

Sebelum ditangkap, tersangka Imam saat itu hendak mencuri motor di parkiran minimarket Jalan Dukuh Kupang Timur. Namun, aksi tersangka dipergoki polisi. Dia lalu dikejar. Namun, bukannya menyerah tersangka justru sempat kabur. 

Akhirnya, polisi memberikan tindakan tegas dengan menembak betis kanannya. Imam akhirnya lumpuh dan mengaduh-aduh di hadapan petugas. “Ampun, Pak!” katanya.

Dari tangan tersangka Imam, Korps Bhayangkara menyita barang bukti tiga buah anak kunci T, kunci kontak Honda, kaos warna kuning, sebuah cincin hasil dari penjualan motor, sebuah ponsel merek Oppo, uang Rp 200 ribu sisa hasil penjualan motor. "Kami masih kembangkan kasus ini. Pengakuannya motor dijual ke Madura," kata Iptu Ristitanto.

Sementara itu, Imam mengaku nekat mencuri motor karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Sudah tujuh kali dia mencuri motor di parkiran minimarket dan rumah kos kawasan Dukuh Kupang. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP