alexametrics
Rabu, 03 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Selama Pandemi, Pendampingan Anak di DP5A Dilakukan Secara Daring

22 Februari 2021, 18: 25: 36 WIB | editor : Wijayanto

Kepala DP5A Kota Surabaya Antiek Sugiharti

Kepala DP5A Kota Surabaya Antiek Sugiharti (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA- Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya di tengah pandemi Covid-19 tetap melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang mengalami permasalahan seperti kenakalan maupun kekerasan yang dialami oleh anak-anak. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DP5A Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, saat ini pembinaan dilakukan melalui daring. Pembinaan itu dilakukan tiga kali dalam seminggu. Namun tidak semua pembinaan dilakukan daring, ada juga yang langsung turun menemui yang bersangkutan.

"Selebihnya pembinaan dengan pendampingan ini kalau memungkinkan untuk ditemui langsung maka kami akan turun langsung, namun kalau memungkinkan dilakukan secara daring yang dilakukan daring," katanya..

Antiek melanjutkan, pembinaan yang ditanganinya langsung melihat jenis kasusnya. Apabila kasus itu serius, maka pihaknya turun langsung dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. "Kalau memang harus ditangani secara langsung maka kita turun dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Misalnya kepolisian," imbuhnya. 

Terkait dengan jumlah kasus yang dialami anak-anak Surabaya saat ini, Antiek tidak mengungkapkannya secara detail. Tapi Antiek mengaku pihaknya masih melakukan pendampingan terhadap kasus-kasus yang dahulu. "Ya, sudah ada beberapa laporan. Tapi kalau yang beberapa kasus kemarin kita masih lakukan terapi. Kami juga masih terus lakukan penataan," jelasnya.

Dalam pendampingan berbagai kasus pihaknya juga melibatkan orang tua. Karena menurut Antiek, kasus yang dialami oleh anak-anak tidak terlepas dari keluarga. "Iya, karena kasusnya itu kan tidak mungkin terlepas dari lingkungan keluarga. Jadi, memang dengan orang tua dan anaknya," katanya. 

Sementara itu, di tengah pembelajaran melalui daring pihaknya juga selalu mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anak-anak selama menggunakan ponsel. Apalagi Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya melakukan berbagai inovasi untuk tetap mengefektifkan siswa mengikuti pembelajaran dari rumah.

Bahkan, Dispendik Surabaya sudah menyediakan berbagai opsi supaya pembelajaran tetap efektif di tengah pandemi. Karena dikhwatirkan hal itu bisa disalahgunakan oleh anak-anak, misalnya untuk bermain game, membuka konten-konten yang tidak sewajarnya dilihat. "Orang tua yang menjadi tanggung jawab terhadap kegiatan anaknya selama di rumah. Kita selalu sampaikan pada orang tua," pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP