alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Gubernur Khofifah Sebut PPKM Mikro Efektif Turunkan Zona Merah

22 Februari 2021, 00: 52: 11 WIB | editor : Wijayanto

SIDAK PPKM:Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pejabat forkopimda meninjau salah satu kampung tangguh di kawasan Surabaya Utara.

SIDAK PPKM:Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pejabat forkopimda meninjau salah satu kampung tangguh di kawasan Surabaya Utara. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro tahap pertama yang dimulai sejak 9 Februari akan berakhir hari ini (22/2). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai PPKM mikro sangat efektif untuk menurunkan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

“Kami telah melakukan evaluasi PPKM baik itu PPKM tahap pertama maupun kedua maupun PPKM mikro. Dari data yang ada, kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai indikator epidemiologis,” ungkapnya di Surabaya, Minggu (21/2).

Khofifah menjelaskan, selama PPKM mikro, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di ruang isolasi biasa serta intensive care unit (ICU). Selama PPKM tahap 1 dan 2 serta PPKM mikro, bed occupancy rate (BOR) isolasi biasa di Jatim turun dari 79 persen menjadi 46 persen. BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72 persen menjadi 57 persen. Artinya, keterisian rumah sakit di Jatim sudah sesuai syarat WHO, yakni di bawah 60 persen.

Khofifah menguraikan, sebelum PPKM mikro terdapat 210 RT zona merah di Jatim sesuai dengan kriteria Satgas Covid-19 pusat. RT zona merah adalah RT dengan 10 warga yang menderita positif Covid-19 dalam tujuh hari terakhir. Akhir PPKM mikro ini, RT zona merah sudah tidak ada lagi.

Zona merah di Jatim juga mengalami penurunan yang signifikan. Di awal tahun 2021, Jawa Timur masih memiliki delapan zona merah Covid-19. Per Sabtu (20/2), zona merah di Jatim hanya tinggal satu Kabupaten, yaitu Kabupaten Jombang.

Menurut Khofifah, PPKM jilid pertama, kedua, dan PPKM mikro memang sudah menunjukkan beberapa hasil signifikan, tapi masih diperlukan upaya yang lebih besar lagi untuk dapat menurunkan penyebaran Covid-19 di Jatim melalui perpanjangan PPKM mikro. Untuk itu, seluruh masyarakat di Jatim diharapkan jangan sampai lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjuhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

Mantan menteri sosial itu juga meminta para kepala daerah yang mampu menekan laju penyebaran Covid-19 di daerahnya untuk memberikan rekomendasi strategis. Harapannya agar strategi tersebut dapat diadaptasi oleh daerah-daerah lainnya. “Nantinya akan bisa menjadi percontohan dalam pelaksanaan PPKM mikro tahap selanjutnya di Jatim. Sehingga hasilnya akan semakin optimal,” pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP