alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Sudah 80 Persen, Flat Tambak Wedi Optimis Rampung April

21 Februari 2021, 07: 21: 32 WIB | editor : Wijayanto

ON PROGRESS: Pekerja menyelesaikan pembangunan flat Tambak Wedi di Surabaya, Jumat (19/2).

ON PROGRESS: Pekerja menyelesaikan pembangunan flat Tambak Wedi di Surabaya, Jumat (19/2). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Pengerjaan proyek flat Tambak Wedi terus digarap. Dari pantauan Radar Surabaya, secara fisik bangunan telah menunjukkan progress. Pasalnya, mau tidak mau bangunan itu harus jadi sesuai target kontraktor, yakni pada April dan Mei 2021 harus diserahkan kepada Pemkot Surabaya untuk jadi hunian bagi warga Surabaya dengan status masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tampak depan, kaca-kaca tiap kamar mulai terpasang dari lantai satu hingga lantai paling atas. Tak hanya itu, pekerja juga mulai mengecat dinding luar dan juga dalam ruangan. Sebagain ada juga yang mengerjakan keramik di lantai satu. 

General Affair PT Tiga Mas selaku kontraktor, Soni Suharsono menggatakan, pihaknya juga sedang memasang tralis di tiap jendela kamar flat yang jumlahnya ada 61 kamar/unit. Soni optimistis dengan progress pembangunan itu pihaknya mampu merampungkan tepat waktu sesuai target. “Saat ini sudah mencapai 80 persen,” katanya.

Soni menjelaskan, pengerjaan yang sedang dilakukan saat ini yakni melakuan pengecetan dinding luar bangunan dengan lima kombinasi warna yang berbeda. Warna itu sudah sesuai dengan perencanaan awal, yakni menggunakan warna merah, kuning, orange, putih dan abu-abu. ”Jadi biar beda dan lebih berwarna saja. target pengecatan selesai ya pertengahan Maret,” jelasnya.

Tak hanya itu, pondasi selasar juga sudah terpasang, namun pihaknya menghentikan sementara pembangunan selasar hingga proses pengecatan rampung. Dia menambahkan, pemasangan pondasi batu kali untuk landscape paving bagian depan flat itu sepanjang 12 meter, bagian samping kanan dan kiri sepanjang 7 meter. Sedangkan belakang sepanjang 8 meter.

”Kalau sudah selesai semua. Baru diuruk tanah setinggi 1 meter lebih. Agar ada jarak antara bangunan dengan jalan secara langsung,” jelasnya. Meski begitu, Soni mengaku pengerjaan saat ini kurang efektif mengingat batas berakhirnya pengerjaan pukul 20:00 sesuai kesepakatan dengan warga kelurahan Tambak Wedi yang sebelumnya menolak pengerjaan hingga dini hari. 

Warga pun protes karena menganggu istirahat pada malam hari. Sehingga proyek sempat terhenti dan kembali dilanjutkan kembali. “Kendalanya saat ini nggak bisa lembur karena sesuai kesepakatan warga dan kami berakhir pengerjaan pukul 20:00. Jadi kurang efektif, ya gimana lagi. Kita ngalah saja,” ungkapnya.

Selain itu Penyelia Pelaksana PT Tiga Mas flat Tambak Wedi Budi mengatakan, hampir semua kaca ruangan sudah terpasang kecuali kaca untuk aula tersebut. ”Kalau tidak ada halangan sore ini kacanya datang. Kalau tidak ya besok,” katanya.

Pihaknya sedang menyelesaikan pemotongan keramik untuk lantai dan dinding. Lalu melakukan ekspose kanopi, beton dan diding yang dikerjakan secara bersamaan. Selain itu pihaknya juga tengah merampungkan mekanika elektrik, yakni pemasangan kabel listrik, pipa air bersih dan air kotor. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP