alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Gagal Dapat Honda Jazz dan Beat, Dua Kurir Sabu Gigit Jari

20 Februari 2021, 03: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

APES: Masnin dan Imam digelar melalui daring.

APES: Masnin dan Imam digelar melalui daring. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Masnin, 50, dan Imam Wahyudi, 43, asal Pamekasan, Madura, rela menjadi kurir sabu seberat satu kilogram karena diiming-imingi sebuah mobil Honda Jazz dan motor Honda Beat. Keduanya pun tergiur menerima tawaran Dul Oke. Bukannya dapat mobil dan sepeda motor baru, malah keduanya masuk penjara.

Terdakwa Masnin dan Imam diadili majelis hakim PN Surabaya yang diketuai Slamet. Jaksa Yusuf menghadirkan dua saksi, yaitu Junaedi, anggota Polres Tanjung Perak, dan Yo Handoyo, pegawai ekpedisi. Dalam keterangannya, Junaedi mengatakan bahwa penangkapan kedua terdakwa dilakukan oleh 20 petugas. 

Awalnya, pihak kepolisian mendapat informasi dari pihak bea cukai, ada pengiriman narkoba dari Malaysia. "Barang itu disimpan di dalam power bank. Saat itu ditemukan 11 poket sabu seberat lebih kurang satu kilogram yang dikirim melalui ekpedisi,” kata Junaedi.

Junaedi menambahkan, barang haram tersebut ditujukan kepada Heri. Namun, nomor telepon yang tercantum dalam kiriman tersebut adalah atas nama Masnin. “Sebelum menangkap Masnin, kami menangkap Imam Wahyudi dulu. Masnin sebelumnya datang ke TKP untuk melihat situasi di tempat pengambilan barang. Setelah dirasa aman, Masnin menyuruh Imam untuk mengambil. Saat pengambilan itulah, kami langsung menangkap Imam kemudian menangkap Masnin,” jelasnya.

Sementara itu, terdakwa Masnin mengaku hanya disuruh mengambil sabu oleh Dul Oke. Masnin dijanjikan sebuah mobil Honda Jazz. Sedangkan Imam Wahyudi dijanjikan Honda Beat. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP