alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Punya Istri Cantik dan Seksi, Sayang Cuma Dijadikan Samsak

20 Februari 2021, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)

Share this      

Istri itu harus disayang-sayang. Bukan buat ‘latihan’ tinju. Apalagi jadi sansak hidup untuk melampiaskan emosi dan kemarahan. 

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Tidak betah dianiaya suaminya, Karin memilih cerai. Wanita 37 tahun itu merasa suaminya, Donwori, 44, sudah keterlaluan terhadap ia dan anak-anaknya.

Donwori ini memang ringan tangan, tapi versi negatif. Saking ringan tangannya, ia sering memukul istri dan anak-anaknya. Karin seperti samsak hidup.

Perilaku yang tak layak ditiru itu muncul setelah Donwori di-PHK. Ia diberhentikan dari pekerjaannnya, dua tahun lalu. Laki-laki yang bekerja di sebuah kontraktor itu pernah dituduh mengambil barang-barang milik perusahaan. Nilainnya cukup lumayan, di atas Rp 25 juta. Beruntung ia tak sampaik dipenjara. Persoalan diselesaikan secara kekeluargaan. Donwori juga disuruh mengembalikan uang  senilai barang yang ia curi, ples kehilangan pekerjaan.  “Ngga tahu, tiba-tiba saja berubah sikapnya dua tahun ini. Ya sejak di-PHK,” curhat Karin yang berbodi seksi itu.

Dasarnya Donwori orangnya temperamental, PHK semakin membuatnya bersikap kasar. Tak tahu kondisi, istri dan anak-anaknya jadi sasaran. Padahal sebelum menikah, Donwori orangnya sabar. Bahkan tidak pernah melakukan kekerasan kepada istrinya. “Saya pernah dipukuli, dia pulang kerja tiba-tiba emosi ke saya. Sedihnya, empat dilihat anak-anak saya,” ujarnya.

Perilaku aneh suaminya itu membuat Karin tidak betah kalau harus bertahan hidup dengan Donwori. Ia pun memilih menggugat cerai suaminya. Namun, Donwori menolak. Alasannya, Donwori takut kehilangan Karin dan anak-anaknya. “Ngakunya takut kehilangan, tapi kelakuannya kayak kesetanan gitu,” ucapnya.

Meskipun tidak ingin dicerai, Karin tetap dengan keputusannya. Ia ingin terbebas dari suaminya, sementara itu kedua anaknya, ia rawat sendiri. “Saya nggak ingin mental anak saya terpengaruh. Apalagi dia sudah menginjak remaja. Pastinya bisa mikir mana yang baik dan tidak, anak-anak memilih ikut dengan saya akhirnya,” kata Karin. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP