alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Pameran Barang Antik, Ada Keris Pangeran Diponegoro hingga Batu Akik

19 Februari 2021, 17: 27: 20 WIB | editor : Wijayanto

MENGHARGAI BUDAYA: Pengunjung melihat koleksi keris yang dipamerkan di Ciputra Wolrd Surabaya. Selain keris, batu akik juga menjadi salah satu koleksi antik.

MENGHARGAI BUDAYA: Pengunjung melihat koleksi keris yang dipamerkan di Ciputra Wolrd Surabaya. Selain keris, batu akik juga menjadi salah satu koleksi antik. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Ratusan barang antik dipamerkan di Ciputra World Surabaya (CWS). Mulai dari keris, batu akik, lukisan, benda pusaka dan masih banyak lainnya. Mendengar beberapa kata benda di atas tampaknya terasa mistis, namun setelah diamati banyak keunikan pada pameran tersebut. 

Salah satu benda yang dipamerkan adalah keris. Seperti di salah satu sta milik Agus Rianto. Pada acara Gemstone & Antiques Fair kemarin, pria yang biasa dijuluki Agus Keris ini memamerkan beragam jenis keris dan batu akik. 

Salah satu yang menarik adalah keris Nogo Sosro seperti kepunyaan pahlawan nasional Pangeran Diponegoro. Menurutnya, keris ini istimewa karena keindahannya lebih dari keris lainnya. 

(ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Agus menjelaskan, keindahan keris biasanya dilihat dari segi luk (lekukan), jenis, dan kegunaanya. “Jadi mahal tidaknya keris itu dilihat dari indah tidaknya keris tersebut. Meskipun keris itu umurnya sudah tua, tapi kalau nggak indah akan terasa biasa saja,” kata Agus, Kamis (18/2). 

Agus melanjutkan, pada umumnya keris digunakan untuk pajangan atau koleksi di rumah. Tidak menutup kemungkinan keris dijadikan benda pusaka oleh sebagian orang. Menurutnya, itu tergantung masing-masing pemilik keris. Namun, sejauh ini 1.000 koleksi keris yang ia miliki sebatas untuk koleksi dan pajangan di rumah. 

“Ada juga sebagian orang memanfaatkan keris untuk junjung derajatnya, ada yang buat kharismatik, pamor, bahkan jabatan,” jelasnya. 

Pria yang sudah 20 tahun mengkoleksi ribuan keris ini juga menjelaskan cara perawatannya. Biasanya ia menentukan hari khusus untuk membersihkan beberapa keris yang dimilikinya. Akan tetapi, ada keris yang dia bersihkan setiap hari agar benda pusaka tersebut terlihat indah. 

“Biasanya dioles pakai minyak yang berbau wangi, seperti cendana atau melati. Itu agar mencegah adanya karat pada permukaan keris. Bukan berarti keris itu memiliki aura mistis di dalamnya,” papar Agus. 

Agus menyarankan, ketika melakukan pembersihan sebaiknya menggunakan alat seperti sikat atau kain. Itu digunakan supaya tidak mencelakai tangan ketika membersihkan. “Kan itu tajam, kalau tergores bisa berdarah. Disikat pakai sikat gigi atau lap kering yang dilumuri minyak tadi,” imbuhnya. 

Menurutnya, koleksi keris merupakan bagian dari menghargai budaya dan karya bangsa Indonesia. Ia pun menampik adanya kolektor keris seperti dirinya menggunakan keris sebagai suatu hal yang diagung-agungkan. 

“Meskipun tidak dirawat juga tidak apa, tapi kalau tidak dirawat jadi kurang indah. Merawat ini artinya kan menghormati budaya dan karya seni. Bukan kita menakuti adanya hal gaib dan yang ditakuti manusia,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP