alexametrics
Kamis, 04 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polda Jatim Gagalkan Peredaran 6 Kg Sabu, Amankan Dua Pengedar

19 Februari 2021, 17: 11: 38 WIB | editor : Wijayanto

RILIS: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim.

RILIS: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Polda Jatim berhasil menggagalkan peredaran 6 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkus teh Cina. Dua orang pengedar ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke penjara. Tersangka adalah IS alias J, 35, warga Jalan Kupang Gunung Jaya, dan ES, 27, warga Jalan Medokan Semampir. Keduanya tinggal di Jalan Raya Sukolegok, Sukodono, Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula dari informasi masyarakat bahwa di kawasan Putat Jaya sering terjadi transaksi sabu yang dilakukan tersangka IS.

Polisi lalu melakukan pengintaian dan penangkapan IS alias J di Jalan Kupang Gunung Timur, tepatnya depan Balai RW 04, Kelurahan Putat Jaya, Selasa (16/2) sekitar pukul 16.10. "Dari tersangka IS diamankan barang bukti sabu 22,81 gram," ujar Gatot di Humas Polda Jatim.

Dari penyelidikan terhadap IS diketahui barang haram tersebut diperoleh dari HRS (buron) yang diterima IS melalui ES. Polisi pun mengejar HRS dan ES. "Hasil pengembangan, ES kemudian ditangkap di rumah kontrakannya di Jalan Raya Sukolegok, Sukodono," sebutnya.

Dari rumah kontrakan ES, polisi menemukan lima bungkus teh Cina yang ternyata berisi sabu dengan berat 5,52 kilogram, dan 7 bungkus sabu dengan berat 455 gram. "Barang bukti dikemas dalam bungkus teh Cina. Adapun per gramnya dijual lagi Rp 900 ribu," bebernya. 

Kristal haram tersebut kuat dugaan berasal dari luar negeri. Menurut Gatot, barang haram tersebut hendak diedarkan di wilayah Kota Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya. "Tim masih melakukan pengembangan. Diduga terkait kelompok jaringan narkoba yang besar di Jatim," katanya. 

Kasubdit I Ditresnarkoba Kompol Daniel Marunduri menambahkan, belum bisa menyimpulkan apakah jaringan tersangka terkait dengan jaringan Malaysia. "Masih kita dalami, apakah jaringan Malaysia atau lainnya," ungkapnya. 

Sementara itu, ES mengaku 5,52 kg sabu itu milik RMB (buron). Barang tersebut diantar ke ES oleh SNY (buron) dan seorang yang tidak dikenal. "Saya sudah menerima dua kali dari RMB. Bila berhasil mengedarkan akan dapat Rp 50 juta," ucap ES. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP