alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ketagihan Judi Bola, Juru Parkir Kuras ATM Teman Kos

19 Februari 2021, 02: 58: 38 WIB | editor : Wijayanto

DIBUI: Tersangka Syahru Mas'ari saat dirilis di Mapolsek Tenggilis Mejoyo.

DIBUI: Tersangka Syahru Mas'ari saat dirilis di Mapolsek Tenggilis Mejoyo. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Gara-gara ketagihan judi bola online, Syahru Mas'ari, 28, pemuda yang tinggal di Jalan Prapen nekat menguras uang di  ATM milik temannya, Yoyok Sayogyo, 23, yang indekos di Jalan Prapen 92-A, Surabaya.

Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Kristiyan Beorbel Martino mengatakan, pelaku mencuri ATM di kamar saat korban sedang sibuk mencuci motor di lantai bawah. Setelah diambil, tersangka diam-diam menuju ke mesin ATM di kawasan Indogrosir. Lalu menarik uang korban senilai Rp 2 juta. Keesokan harinya tersangka pulang ke Jombang.

Setibanya di Jombang, tersangka kembali menarik uang korban senilai Rp 2,5 juta. Kemudian tersangka berangkat ke Banyuwangi untuk mencari kerja. Namun karena tak kunjung mendapatkan kerja, tersangka pulang ke Jombang.

Korban yang mengetahui uang di ATM-nya raib lantas melapor ke polisi. Berbekal keterangan korban, saksi dan petunjuk alat bukti pelaku teridentifikasi.

Pelaku akhirnya ditangkap di Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Jombang, saat bekerja. "Tersangka dan korban merupakan teman satu kos. Dia mencuri ATM saat korban mencuci motor," ujar Kristiyan di Mapolsek Tenggilis.

Kristiyan menambahkan, tersangka mampu mendapatkan PIN ATM BCA korban setelah dicoba-coba disamakan dengan PIN ATM korban lainnya. Sebab, sebelum kejadian tersangka pernah meminjam ATM Niaga milik korban untuk transfer uang ke rekening adiknya.

"Jadi, PIN ATM BCA korban dan Niaga sama. Sehingga tersangka dengan mudah bisa menguras uang di ATM korban," sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Kristiyan, tersangka berhasil menguras uang korban total senilai Rp 4,5 juta. "Yang Rp 3 juta habis dipakai judi bola online," sebutnya. 

Perwira menengah dengan satu melati di pundaknya ini menerangkan, sisanya dipakai ongkos transportasi cari kerja dan keperluan sehari-hari. 

Dari hasil pengembangan, tersangka ternyata residivis kasus perampasan di kawasan Jalan Pulo, Jombang. Dia pernah mendekam di lapas selama 11 bulan. "Tepatnya tahun 2015-2016. Tersangka divonis 11 bulan karena merampas tas wanita," tegasnya.

Tersangka Syahru Mas'ari mengaku nekat mencuri ATM milik temannya yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online untuk modal judi online. "Uangnya habis saya gunakan taruhan judi online bola," ucap pria asal Dusun Bogorejo, Desa Kalang Semanding, Perak, Jombang, itu.

Sekali main kadang memasang taruhan Rp 1 juta. "Saya sudah ketagihan kepancing judi bola online. Saya sehari-hari kerja jaga parkir," katanya. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP