alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

‘The Spirit of Rama Shinta: Suguhan Kasih Sayang Lewat Lukisan

19 Februari 2021, 02: 48: 25 WIB | editor : Wijayanto

BAWA PESAN MORAL: Pengunjung menikmati lukisan pada pameran seni rupa 27 perupa Jawa-Bali bertema The Spirit Of  Rama Shinta di salah satu hotel di Surabaya Selatan.

BAWA PESAN MORAL: Pengunjung menikmati lukisan pada pameran seni rupa 27 perupa Jawa-Bali bertema The Spirit Of Rama Shinta di salah satu hotel di Surabaya Selatan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA- Di tengah pandemi tidak menyurutkan 27 seniman lukis mengikuti pameran seni rupa bertajuk The Spirit of Rama Shinta di salah satu hotel di kawasan Jemursari Surabaya. 

Puluhan karya dari perupa lukis se pulau Jawa – Bali ini kebanyakan menggambarkan keharmonisan dua sosok tokoh pewayangan Rama dan Shinta pada kanvasnya. 

Salah satunya adalah seniman asal Kediri Lian M Margareta yang memamerkan lukisan berjudul Spirit of Rama Shinta on Pandemi. Karya lukisnya ini menceritakan situasi yang terjadi sekarang. 

“Saya pada pameran kali ini memamerkan dua lukisan. Salah satunya Spirit of Rama Shinta on Pandemi, ini menceritakan bahwa meskipun ditengah pandemi kita harus saling mencintai satu sama lain dan saling mengingatkan ketika menjalin sebuah hubungan,” kata Lian.

Lian menambahkan, spirit tersebut yang membuatnya bergairah menciptakan karya seni lukis ini. “Karena ditengah pandemi seperti ini kita butuh yang namanya dukungan dari orang terdekat kita. Maka dari itu saya tuangkan ke lukisan ini,” ujarnya.

Di samping itu, salah satu seniman lukis lain, Ida Fitriyah, memamerkan karya bergambar sosok wanita penari Gandrung. Ida menjelaskan, memilih subjek tersebut menurutnya penari Gandrung adalah lambang kesucian. Karena seorang penari Gandrung harus diperankan oleh seorang wanita yang belum pernah menikah.

“Wanita itu kan kuat ya dan saya tambah dengan tari Gandrung, maka dari itu bisa diartikan wanita adalah sosok yang kuat, tangguh, disituasi apapun. Terlebih ini ekspresinya saya buat terpejam, seolah-olah wanita itu menikmati tarian teresebut,” papar Ida. 

Dengan digelarnya pameran ini, ia berharap bisa menginspirasi para seniman lainnya untuk bangkit ditengah pandemi. Selain itu, pamera yang digelar pada awal tahun ini menjadi stimulus untuk digelar pameran serupa di wilayah lainnya. 

“Maka dari itu kita ambil tema Rama dan Shinta, senimannya terdiri dari laki-laki dan perempuan. Kebetulan juga bulan ini adalah bulan kasih sayang, jadi kita satukan para seniman mulai dari Jawa-Bali. Kami harap para seniman bisa bersatu dan bangkit disituasi seperti ini,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP