alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Sportainment Surabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Persebaya Kembali Diizinkan Pakai Gelora 10 Nopember dan GBT

01 Februari 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

LEGENDARIS: Stadion Gelora 10 Nopember yang pernah menjadi markas Persebaya kembali bisa dipakai skuad Green Force.

LEGENDARIS: Stadion Gelora 10 Nopember yang pernah menjadi markas Persebaya kembali bisa dipakai skuad Green Force. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengizinkan Persebaya Surabaya menggunakan dua stadion di Surabaya, yakni Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 Nopember (Tambaksari).

Kabar ini disambut gembira oleh manajemen Persebaya Surabaya karena ini merupakan penantian lama. Sejak 2017, skuad Green Force  hanya menggunakan Stadion GBT sebagai kandang pertandingan maupun beberapa kali latihan.

Hal yang berbeda justru terjadi pada Stadion Gelora 10 November yang memiliki banyak kenangan bagi Persebaya belum pernah sama sekali menggunakannya sejak 2017, baik pertandingan maupun latihan.

Padahal, Stadion Gelora 10 November merupakan kandang Persebaya sejak masih berkompetisi di era Perserikatan. Berbagai kenangan meraih gelar juara Perserikatan, Liga Indonesia, hingga Divisi Utama terjadi di stadion yang terletak di Kecamatan Tambaksari itu.

Dengan rata-rata dihadiri 50 suporter bila bertanding di GBT, tentunya Gelora 10 November tidak layak bila digunakan untuk home Persebaya.

"Kami sampai terima kasih atas kabar baik yang diberikan Pak Whisnu. Semoga secepatnya kami bisa berlatih di sana," kata Ram Surahman, sekretaris Persebaya.

Dua stadion di Surabaya itu mengalami banyak perubahan setelah dilakukan renovasi oleh Pemkot Surabaya. Mulanya, keduanya disiapkan sebagai venue Piala Dunia U-20 2021, namun terpaksa mundur karena ajang ditunda dua tahun.

Ram menyebutkan Persebaya sebenarnya berharap kerja sama yang terjalin dengan Pemkot Surabaya tidak hanya sekadar menyewa per pertandingan atau latihan.

Manajemen Persebaya Surabaya juga ingin mengelola Stadion GBT dan Tambaksari dalam jangka panjang. Pihaknya bahkan telah mengajukan surat secara tertulis yang dikirim pada 19 Januari 2021 mengenai hal ini.

"Sebelum ini, kami memang berkirim surat ke Pemkot. Mengajukan untuk bisa sewa kelola GBT dan Tambaksari selama sepuluh tahun," imbuh mantan wartawan Radar Surabaya ini.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi Persebaya. Klub asal Kota Pahlawan itu tidak lolos untuk mendapatkan klub profesional lisensi AFC pada 2020. Padahal, stadion juga menjadi salah satu indikator penilaian.

Selama ini, aspek infrastruktur menjadi kendala Persebaya. Mereka sempat bakal terancam terusir dari Surabaya pada awal musim 2020. Kemudian lokasi latihan juga sering berpindah di Surabaya dan Sidoarjo.

"Karena itu, kami mengajukan sewa kelola. Seperti halnya klub-klub Liga 1 lainnya. Seperti Bali United, Madura United dan PSIS Semarang. Tentu akan lebih leluasa," ujar Ram Surahman.

Meski demikian, penggunaan dua stadion itu sebenarnya tidak bisa dilakukan oleh Persebaya dalam waktu dekat. Sebab, belum diputuskan kapan kompetisi musim ini bakal digelar setelah PSSI secara resmi meniadakan kompetisi edisi musim 2020. (sam/rak) 

(sb/sam/jay/JPR)

 TOP