alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Kurang 24 Jam, Jasa Raharja Santuni Keluarga Korban Sriwijaya Air

14 Januari 2021, 11: 14: 27 WIB | editor : Wijayanto

CEPAT: Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur, Suhadi menyerahkan santunan kepada Sumarzen Marzuki ahli waris Fadly Satrianto  yang merupakan ayah korban, Rabu (13/1).

CEPAT: Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur, Suhadi menyerahkan santunan kepada Sumarzen Marzuki ahli waris Fadly Satrianto yang merupakan ayah korban, Rabu (13/1). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – PT Jasa Raharja (Persero) cabang Jawa Timur menyerahkan santunan kepada ahli waris Fadly Satrianto salah satu korban Sriwijaya Air SJ 182. Penyerahan berlangsung di rumah duka yang merupakan rumah kedua orang tua Fadly di Jalan Tanjung Pinang, Perak, Surabaya, Rabu (13/1).

Sehari setelah mendapat informasi dari tim  DVI Mabes Polri yang mengumumkan bahwa salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 teridentifikasi atas nama Fadly Satrianto, PT Jasa Raharja langsung menyerahkan santunan kepada ahli waris korban.  

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No 15 Tahun 2017 ahli waris berhak mendapatkan santuan sebesar Rp. 50 juta. Santuan tersebut diserahkan dengan mekanisme  transfer/overbooking ke rekening ahli waris dalam hal ini diwakili Sumarzen Marzuki yang merupakan ayah korban. 

Santunan tersebut diserahkan kurang dari 24 jam. Langkah cepat ini merupakan komitmen Jasa Raharja,  salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Holding Perasuransian dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG) ini untuk senantiasa memberi pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban alat angkutan umum.

Secara simbolik Kepala Jasa Raharja Cabang Jawa Timur, Suhadi menyerahkan santunan tersebut  di rumah duka. “Untuk korban lain,  kami menunggu identifikasi,” kata Suhadi.

Menurut release yang diterima Radar Surabaya Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo S menyampaikan, atas nama Dewan Komisaris, Direksi, dan keluarga besar PT Jasa Raharja turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. “Kami datang ke rumah duka sekaligus menyampaikan rasa empati atas musibah yang terjadi,” ujar Suhadi      

Fadly Satrianto merupakan seorang co pilot  maskapai Nam Air (Group Sriwijaya Air) salah satu penumpang Sriwijaya SJ 182 yang naas itu.

Menurut Sumarzen Marzuki, putranya ditugasi dari perusahaanya untuk membawa pesawat dari Pontianak ke tujuan titik-titik terminal lain di pulau Jawa. “Statusnya co pilot tetapi bukan di Sriwijaya yang jatuh ini,” kata Sumarzen.

Seperti diketahui Sriwijaya SJ 182 rute Jakarta-Pontianak mengalami musibah dan jatuh di Perairan Kepulauan Seribu Sabtu,  9 Januari yang lalu . Di dalam pesawat tersebut terdapat 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 awak. (yad/jay) 

(sb/jpc/jay/JPR)

 TOP