alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pastikan PPKM Berjalan Sesuai Aturan, Komisi B Sidak Resto dan Kafe

14 Januari 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

SIDAK: Komisi B DPRD Kota Surabaya pastikan PPKM di salah satu kafe di Surabaya.

SIDAK: Komisi B DPRD Kota Surabaya pastikan PPKM di salah satu kafe di Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Surabaya sudah berjalan dua hari ini sejak diberlakukan 11 Januari lalu. Komisi B DPRD Kota Surabaya langsung melakukan pengawasan di tempat yang menimbulkan keramaian seperti kafe. 

Menurut Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya John Thamrun, sidak tersebut dalam rangka untuk menyikapi Perwali Nomor 67 Tahun 2020 dan Surat Edaran Wali Kota Surabaya tentang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Oleh karena itu, pihaknya memastikan bahwa para pengunjung usaha makanan dan minuman di Surabaya apakah sudah mengimplementasikan PPKM dan Perwali tersebut.

"Sidak ini kami lakukan dari komisi B DPRD Surabaya dalam rangka menyikapi adanya Perwali 67/2020 dan Surat Edaran Wali Kota Surabaya tentang penerapan PPKM. Apakah menegakkan dan mengikuti secara ketat aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Kota Surabaya,” katanya Rabu (13/1) 

Dari hasil sidaknya, dirinya menilai sudah menerapkan protokol kesehatan secara baik dan bagus. Karena itu, diharapkan seluruh tempat depot makanan dan minuman yang ada di Kota Surabaya bisa melakukan protokol kesehatan. "Saya pikir itu yang harus ditegakkan,” katanya.

Selain itu, pihaknya mengajak sama sama mengamankan warga Kota Surabaya dimana mereka yang hendak makan siang di tempat luar harus diamankan. “Bukan hanya oleh penegak perda itu sendiri, tetapi juga oleh pengusaha restoran dan depot makanan dan minuman,” jelasnya.

Sementara itu pemilik rumah makan yang dilakukan sidak oleh Komisi B tersebut, Yana Nasir mengaku kaget dan terkejut ada sidak dari anggota DPRD Surabaya. “Ya kaget juga,” kata Yana Nasir.

Dia tidak menyangka baru pertama kali ini anggota DPRD Surabaya sidak di tempat usahanya “Kita juga tidak menyangka ada anggota DPRD sidak ke sini,” katanya. 

Yana menjelaskan, penerapan protokol kesehatan di tempat usahanya sejak PSBB yang pertama saat terjadi corona bahkan pemerintah sudah menghimbau. “Kita mengikuti saja prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah secara bertahap,” katanya.

Sementara itu manager salah satu kafe di Surabaya Didit Indra mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung sebelum masuk kafe harus mencuci tangan dan cek suhu tubuh. “Pengunjung wajib untuk reservasi dulu jadi kita harus bisa mengontrol jumlah pengunjung di kafe ini,” kata Didit.

Lanjut dia, sebelumnya tidak memakai reservasi hanya mengontrol jumlah pengunjung pada saat datang menggunakan checker. “Setelah ada ketentuan yang baru saat ini 25 persen, kita diwajibkan untuk reservasi dulu, sekitar 25 orang,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP