alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Korban Sriwijaya Air Asal Surabaya

Fadly Dimakamkan di Keputih, Uang Santunan untuk Bangun Masjid

14 Januari 2021, 06: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

SA NTUNAN: Keluarga Fadly Satrianto saat menerima santunan dari Jasa Raharja.

SA NTUNAN: Keluarga Fadly Satrianto saat menerima santunan dari Jasa Raharja. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Jenazah Fadly Satrianto, extra crew Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh, telah teridentifikasi, Selasa (12/1). Selanjutnya keluarga akan membawa jenazah ke Surabaya pada Kamis (14/1).

Sumarzen Marzuki, ayah Fadly, mengaku akan memakamkan anak bungsu dari tiga bersaudara itu di pemakaman Keputih, Surabaya. "Iya, dimakamkan di TPU Keputih," kata Sumarzen di kediamannya kawasan Tanjung Pinang, Surabaya, Rabu (13/1).

Keluarga  memulangkan jenazah Fadly pada Kamis (14/1) pagi menggunakan pesawat. "Dari pihak Nam Air, seluruh proses pemulangan jenazah akan diurus mereka. Kami harap besok pagi (hari ini, red) sudah bisa dibawa dan nanti rencananya akan disambut teman seprofesi dan keluarga di Bandara Juanda," paparnya.

Sementara  pihak Jasa Raharja Cabang Jatim telah memberi santunan kepada ahli waris keluarga Fadly yakni sang ayah Sumarzen Marzuki. Ibunda Fadly, Ninik Andiyani berkeinginan uang santunan kepada Fadly digunakan untuk membangun masjid. "Buat membangun masjid, buat membangun masjid," ujar Ninik sambil terisak saat perwakilan Jasa Raharja Cabang Jatim secara simbolis menyerahkan santunan di kediaman keluarga Fadly Satrianto, Jalan Tanjung Pinang, Surabaya, Rabu (13/1).

Ninik tampak tidak bisa menahan air matanya. Sesekali dirinya mengusap air mata dengan sebuah tisu yang dia genggam. Beberapa kali, dia dikuatkan sang suami Sumarzen Marzuki.

Dirinya tak banyak berbicara. Sesekali dia berkata "Minta doa buat anak saya, diterima di sisi terbaik, surga, aamiin," ucapnya. Sumarzen sendiri berterima kasih atas santunan dari Jasa Raharja. "Saya dari pihak keluarga berterima kasih," ujarnya.

Fadly merupakan ekstra crew  yang menumpangi Sriwijaya Air SJ182. Status Fadly sesungguhnya ialah Kopilot di NAM Air. Ia terbang ke Pontianak menumpang Sriwijaya Air atas perintah perusahaan untuk menerbangkan pesawat NAM Air yang ada di Pontianak. Sriwijaya dan NAM Air adalah maskapai dalam satu perusahaan yang sama.

Sekitar  pukul 11.00 WIB, pihak Jasa Raharja tiba di rumah duka Fadly Satrianto. Pihak Jasa Raharja menyerahkan santunan korban kecelakaan pesawat kepada keluarga Fadly.

Kepala Cabang Jasa Raharja Jatim, Suhadi mengatakan usai teridentifikasi oleh tim DVI Polri, pihaknya langsung menyerahkan santunan kepada ahli waris korban.

"Kita memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas baik darat, laut, dan udara. Hari ini, kita serahkan korban atas nama Fadly Satrianto dengan ahli waris Pak Sumarzen. Kami terima info dari DVI di Jakarta, bahwa sudah teridentifikasi. Segera hari ini kita salurkan santunan ke beliau (pihak keluarga)," jelas Suhadi.(pps/rak) 

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP