alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Vaksinasi Dipindah ke Grahadi, Penerima Vaksin Awal Tunggu SMS Menkes

14 Januari 2021, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

PERSIAPAN VAKSINASI: Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, melakukan pengecekan persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (13/1).

PERSIAPAN VAKSINASI: Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, melakukan pengecekan persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (13/1). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Pelaksanaan vaksinasi rencananya digelar di RSUD Dr Soetomo, Kamis (14/1), dipindahkan ke Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo. Hal ini disebabkan karena berbagai pertimbangan.

“Meskipun digelar di Gedung Negara Grahadi, sesuai arahan ibu Gubernur, segala standar operasional prosedur (SOP) safety untuk penerima vaksin mulai dari ICU hingga detail untuk kelengkapan vaksinasi sudah disiapkan. Artinya semua kondisi sudah aman,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono, Rabu (13/1).

Sementara itu Ketua Gugus Kuratif Satgas Covid-19 Dr Joni Wahyuhadi mengatakan ada empat meja yang disiapkan dalam pelaksanaan vaksinasi. Meja pertama untuk pendaftaran, meja dua pengecekan, meja tiga untuk vaksinasi dan meja empat untuk konservasi bagi yang sudah menerima vaksin.

“Segala proteksi terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sudah kami antisipasi. Di dalam Gedung Negara Grahadi sudah kita siapkan mini Intensive Care Unit (ICU). Kita juga menyediakan ambulans yang langsung ke RSUD Dr Soetomo untuk mengantisipasi kejadian hal-hal yang tidak diinginkan. Mekipun angka kejadian sangat kecil, tapi keamanan harus kita waspadai,” katanya.

Terkait nama-nama yang akan divaksin, Joni mengatakan masih menunggu keputusan dari Kementerian Kesehatan. Karena memang datanya hanya satu di Kementerian Kesehatan. “Nantinya yang bersangkutan (yang mendapat vaksin, red) setelah registrasi akan mendapatkan Short Message Service (SMS) blast melalui nomor handphone masing-masing. Kalau sudah mendapatkan SMS, nantinya akan dicocokkan pada bagian registrasi di Grahadi kemudian baru diberikan vaksinasi,” jelasnya.

Direktur RSUD Dr Soetomo ini mengatakan dari nama-nama yang diusulkan oleh Pemprov Jatim ke Kementerian Kesehatan, sebagian sudah ada yang menerima SMS blast namun ada juga yang belum. Joni mengaku tidak berani menyebut siapa-siapa saja yang akan divaksin, karena memang semua belum menerima SMS blast. “Yang pasti saya sudah menerima SMS, nantinya nomor tiket yang ada pada SMS akan dicocokkan ke meja satu,” ungkapnya.

Setelah dicocokkan, lanjut Joni, ada 16 pertanyaan yang harus diisi di meja pendaftaran. Menurutnya kalau 16 pertanyaan ini kontra indikasi, maka vaksinasi harus ditunda. “Diantara 16 pertanyaan itu adalah terkait sakit jantung, diabetes, ginjal, darah tinggi dan lainnya. Kalau belum waktunya mendapat vaksin ya harus ditunda. Tahapan ini juga berlaku untuk masyarakat,” katanya.

Terkait vaksin ini yang digunakan saat ini, Joni mengatakan berdasarkan keterangan dari Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, angka efikasinya 65,3 persen. Sementara sesuai standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) standar efikasinya minimal 50 persen.

“Imunogenesitas atau dikenalinya vaksin dalam tubuh itu 99 persen. Artinya setelah tiga bulan, tubuh membentuk antibodi ini 99 persen. Insya Allah vaksin ini lebih aman dari vaksin-vaksin yang lain. Jenis vaksin ini sudah biasa dikerjakan di Indonesia, tapi untuk Covid-19 ini baru yang pertama. Semoga saja tidak ada masalah,” paparnya.

Joni menambahkan setelah divaksin, 30 menit kemudian akan dievaluasi. Menurutnya ini untuk mengetahui KIPI yang sifatnya akut, sub akut hingga kronis. “30 menit ini cukup untuk evaluasi. Biasanya KIPI ada nyeri, alergi tapi yang paling ditakuti adalah sesak nafas,” jelasnya.

Sebelum dipastikan tempat pelaksanaan vaksinasi dipindah di Gedung Negara Grahadi, Kepala Humas RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Pesta Parulian Maurid Edwar menjelaskan kepastian perubahan lokasi vaksinasi tersebut. Meski demikian ia mengaku tidak mengetahui apa penyebabnya. “Yang pasti dilakukan di Gedung Negara Grahadi. Tanyakan Pak Sekda ya, saya kurang tahu,” ujarnya kepada Radar Surabaya. (mus/gin/jay)

(sb/mus/gin/jay/JPR)

 TOP