alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Operasional Jembatan Joyoboyo Tunggu Uji Kelaikan Tim Ahli ITS

14 Januari 2021, 02: 14: 54 WIB | editor : Wijayanto

IKONIK: Suasana pembangunan jembatan Joyoboyo di kawasan Wonokromo, Surabaya, Rabu (13/1).

IKONIK: Suasana pembangunan jembatan Joyoboyo di kawasan Wonokromo, Surabaya, Rabu (13/1). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA–Jembatan Joyoboyo yang dikerjakan sejak awal 2019 sudah rampung. Jembatan pun sudah tersambung. Begitu pula taman dan air mancur sudah diujicobakan. Namun, hingga saat ini proyek multiyears yang menelan anggaran Rp 39 miliar itu belum dibuka untuk masyarakat sebagai akses kendaraan.

Supervisor PT Rudi Etika Taufan Wibowo mengatakan, saat ini pihaknya masih dilakukan pengerjaan kecil-kecil. Seperti pembersihan lantai, jalur pedesterian, hingga mengecat dinding bawah.

Selain itu, kontraktor melakukan pemeliharaan jembatan serta infrastruktur penunjang seperti taman dan air mancur. Rencananya ada perluasan taman lagi. ”Pembeliharaan selama setahun. Bangunan untuk kantor pengawasan proyek sudah dibongkar. Nanti akan dibikin taman agar tidak dipakai untuk buang sampah oleh masyarakat,” kata Taufan Wibowo, Rabu (13/1).

Sedangkan uji coba lampu PJU jembatan hingga air mancur sudah dilakukan. Untuk menghindari kerumunan masyarakat untuk berswafoto, lampu-lampu tersebut sementara dimatikan. ”Sudah diujicobakan semua. Lampu yang rusak sudah kita ganti,” katanya.

Taufan mengaku hingga kemarin belum dilakukan pembayaran tahap akhir oleh Pemkot Surabaya. Namun, ia menolak menyebut nominal yang belum dibayarkan. ”Kita tunggu saja,” katanya.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengakui pembayaran kepada kontraktor kurang dua termin terakhir yang akan dibayarkan tahun ini. ”Nanti sudah dibayar baru diresmikan,” ungkapnya.

Erna mengatakan, Jembatan Joyoboyo sejatinya sudah bisa dipakai tapi belum bisa dioperasikan. Sebab, masih menunggu uji kelayakan oleh tim ahli ITS. ”Juga masih perlu finishing juga,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono mengatakan, sisa pembayaran seharusnya tidak perlu diberikan sebelum proyek itu rampung. ”Yang sudah diberikan ke kontraktor itu sekitar 90 persen, tinggal 10 persen. Ini harus ditahan dahulu oleh pemkot sampai menunggu finishing,” katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP