alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

15 Ribu Vaksin Tahap Pertama Tiba di Gudang Farmasi Dinkes Surabaya

10 Orang Forpimda Disuntik Pertama

14 Januari 2021, 02: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

TAHAP I: Pekerja menurunkan kardus berisi vaksin Sinovac untuk COVID-19 sesaat setelah tiba di gudang farmasi Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya di Jalan Kalirungkut, Surabaya, Rabu (13/1).

TAHAP I: Pekerja menurunkan kardus berisi vaksin Sinovac untuk COVID-19 sesaat setelah tiba di gudang farmasi Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya di Jalan Kalirungkut, Surabaya, Rabu (13/1). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Vaksin sinovac yang rencananya akan digunakan untuk vaksinasi di Surabaya telah tiba di gudang farmasi Dinas Kesehatan Kota Surabaya di Jalan Kalirungkut, Rabu (13/1). Kedatangan vaksin yang berjumlah 15 ribu dosis lebih tersebut dikawal ketat oleh oleh kendaraan baracuda dan petugas polisi bersenjata lengkap yang berjaga di depan gudang.

Tepat pukul 11.30 WIB vaksin yang ada di dalam mobil boks warna putih tersebut diturunkan. Penurunan kotak box warna putih yang bertuliskan Vaccine & Sera itu dilakukan dengan hati-hati dan satu per satu. Ini agar kondisi vaksin yang diletakkan di cold room di mobil boks maupun di dalam gudang penyimpanan tetap terjaga.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, vaksin yang datang saat ini merupakan tahap pertama. Kemudian sisanya akan datang dari Dinkes Provinsi Jatim pada 22 Januari. Tiap box ada 1900 vaksin dan total ada delapan box. "Untuk proses penyimpanan vaksin di cold room dengan suhu 2-8 derajat celsius," katanya.

Ia menjelaskan, Surabaya mendapatkan jatah 33.420 vaksin. Sedangkan yang diprioritaskan pertama adalah tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 33.023 orang. Termasuk di dalamnya tenaga penunjang yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) maupun non fasyankes yang telah didaftarkan ke aplikasi vaksinasi Covid-19 di https://pedulilindungi.id/ milik pemerintah pusat.

Untuk vaksin yang pertama kali diberikan, Febria mengatakan akan dilakukan pada Jumat (15/1) di Balai Kota Surabaya pukul 08.30 WIB. Pihaknya telah melakukan assessment terhadap penerima vaksin awal jumlahnya ada 10 orang. "Ada 10 orang dari Forkopimda Surabaya, (vaksinasi) di Balai Kota jam setengah sembilan," katanya.

Febria menjelaskan, bagi calon penerima vaksin setelah terdaftar ke aplikasi, calon penerima vaksin selanjutnya melakukan registrasi ulang melalui sms blast yang dikirim oleh aplikasi. Pada saat registrasi ulang, mereka akan ditanya apakah punya penyakit komorbid atau sebelumnya pernah terpapar Covid-19. Nantinya mekanisme ini juga berlaku bagi seluruh masyarakat.

"Jadi setelah di-entry registrasi ulang, ada pertanyaan komorbid apa yang dia punya. Misal dia punya hipertensi, diabetes, atau kanker itu dia akan mendapat balasan dari sistem bahwa saat ini anda mempunyai komorbid hipertensi, sehingga tidak dapat divaksin. Jadi seperti itu," jelasnya.

Namun apabila calon penerima vaksin dinyatakan lolos di tahap registrasi ulang, mereka selanjutnya dapat memilih jadwal maupun lokasi vaksinasi, baik itu di rumah sakit maupun puskesmas. Setelah ditentukan, selanjutnya data tersebut akan diteruskan oleh sistem ke puskesmas atau rumah sakit melalui aplikasi Primary Care (P-Care).

Kemudian, pada saat pelaksanaan, Febria memaparkan, calon penerima vaksin harus mendatangi Fasyankes yang telah ditentukan dengan membawa nomor tiket elektronik (e-ticket). Di sana, petugas akan memverifikasi atau mencocokkan data calon penerima vaksin apakah sudah sesuai dengan tanggal dan lokasi pelayanan vaksinasi menggunakan aplikasi P-care.

"Pada saat datang, calon penerima vaksin harus menunjukkan SMS blast (e-ticket) itu dan selanjutnya bisa masuk ke meja 2. Dari meja 2 itu kemudian kita lakukan skrining lagi, baru kalau lolos bisa ke meja 3 atau dilakukan vaksin. Lalu menuju ke meja 4 untuk dilakukan pencatatan pelaporan," papar dia.

Pemkot sudah menyiapkan sekitar 1.950.000 orang dengan umur 18 hingga 59 tahun yang bakal menjadi sasaran calon penerima vaksin di Surabaya. Sedangkan untuk tenaga vaksinator sendiri, saat ini di Surabaya berjumlah 839 orang.

"Kita kemarin menyiapkan 830, tapi kita ada cadangan sembila orang, jadi jumlah total ada 839 orang khusus yang menyuntik vaksin. Tapi total semuanya sekitar 2000-an. Jadi ada petugas di meja admin, meja penyuntikan atau meja ketiga, dan meja keempat,” jelasnya.

Terkait dengan distribusi vaksin ke rumah sakit atau Fasyankes, Feny menyebut, nantinya akan dibawa menggunakan vaksin carrier. Box pembawa vaksin ini dapat digunakan untuk menyimpan vaksin dalam suhu dingin untuk sementara waktu ketika akan dikirim ke tempat yang lain. Setidaknya Dinkes Surabaya memiliki 1.177 vaksin carrier.

"Pencanangan vaksin akan dilakukan tanggal 15 Januari 2021. Untuk nakes kemungkinan minggu depannya tergantung sms blast dari pusat. Nanti kita akan lihat di aplikasi itu masing-masing rumah sakit dapat berapa. Sehingga saat distribusi vaksin sesuai dengan data yang ada di pusat. Dari 33.023 orang itu diperkirakan selesai dalam waktu dua minggu," pungkasnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP