alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Distribusi Vaksin Bertahap Sesuai Kondisi Kapasitas Cold Storage

14 Januari 2021, 01: 51: 35 WIB | editor : Wijayanto

DISIMPAN: Pekerja menurunkan kardus berisi vaksin Sinovac untuk COVID-19 sesaat setelah tiba di gudang farmasi Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya di Jalan Kalirungkut, Surabaya, Rabu (13/1).

DISIMPAN: Pekerja menurunkan kardus berisi vaksin Sinovac untuk COVID-19 sesaat setelah tiba di gudang farmasi Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya di Jalan Kalirungkut, Surabaya, Rabu (13/1). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Dinas Kesehatan Jawa Timur mendistribusikan vaksin Sinovac ke tiga daerah yakni Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, Rabu (13/1). Meski demikian, vaksin ini dikirim secara bertahap.

“Pendistribusian vaksin ini telah sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada saat rapat bersama Plt Wali Kota Surabaya, Bupati Gresik dan Bupati Sidoarjo, Selasa (12/1). Namun untuk menyesuaikan kapasitas Cold Storage di tiga daerah tersebut, maka vaksin dikirim secara bertahap,” ujar Sekretaris Dinkes Jatim, Hertanto.

Ia menambahkan dari alokasi Surabaya 33.420, yang didistribusikan 15.000 vaksin. Kemudian Kabupaten Sidoarjo dari alokasi 8.717 yang didistribusikan 4.000 dan Kabupaten Gresik dari alokasi 5.805 yang didistribusikan 3.000. “Sedangkan sisa vaksin akan segera disalurkan ketika ruang penyimpanan di tiga daerah tersebut sudah dapat menampung kembali vaksin Sinovac,” katanya.

Sebagai upaya pengamanan, pendistribusian vaksin ini dikawal aparat keamanan hingga sampai tempat vaksinasi. Sedangkan pendistribusian vaksin untuk Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur, Dinkes Jatim masih menunggu instruksi lanjutan dari Kementerian Kesehatan. “Masih menunggu informasi dari Kementerian Kesehatan. Begitu cold storagenya mampu kita distribusikan,” jelasnya.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur Dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan vaksinasi tahap awal diprioritaskan untuk Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Menurutnya yang mendapatkan vaksin pada tahap ini adalah pejabat dan tenaga kesehatan. 

“Karena pejabat ini kan merupakan role model, karena vaksin ini sudah terbukti aman.  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan sudah menggelar rakor virtual dengan pak Whisnu, Pak Hudiyono dan pemerintah Kabupaten Gresik. Tapi untuk pak Sambari diwakilkan karena terpapar Covid-19. Artinya yang harus divaksin adalah yang belum pernah terpapar Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan, menurut Jibril, adalah yang khusus merawat Covid-19. Ia menambahkan ada 200.000 lebih tenaga kesehatan, namun tidak semuanya akan divaksin. “Karena yang didulukan adalah yang khusus merawat Covid-19. Sedangkan untuk orang-orang yang bekerja pada layanan kesehatan seperti sopir, cleaning servis dan lainnya juga belum mendapat jatah vaksin pada tahap ini,” jelasnya.

Jibril mengatakan selain pejabat dan nakes, yang menjadi prioritas  adalah TNI, Polri dan pelayanan publik. Artinya orang yang setiap hari bertemu banyak orang terpapar. “Kenapa TNI/Polri karena sering turun ke lapangan bertemu banyak orang, jadi resiko terpapar orang tanpa gejala (OTG) sangat besar. Sebenarnya sudah banyak TNI/Polri yang terpapar Covid-19,” katanya.

Untuk pelaku ekonomi, Jibril mengatakan menjadi prioritas keempat. Menurutnya yang harus diselamatkan adalah bentengnya terlebih dulu (pejabat, nakes, aparat, dan pelayan publik, red). “Kalau ini tidak diprioritaskan, menyebabkan hal-hal lain tidak jalan malah jadi repot. Prinsip ini juga dilakukan oleh negara-negara lain. Tapi untuk vaksinasi pelaku ekonomi juga tahun ini kok,” tuturnya.

Saat ditanya apakah ada vaksin untuk orang yang lanjut usia, menurutnya nantinya akan ada vaksinnya sendiri. Jibril mengatakan ada tiga vaksin yang belum digunakan oleh pemerintah yakni Moderna, Pfizer dan Astrazeneca. “Untuk vaksin Sinovac memang belum dilakukan penelitian untuk digunakan ke orang tua. Jadi kemungkinan yang digunakan adalah 3 vaksin tersebut,” ungkapnya.

Jibril mengatakan alokasi vaksinasi untuk daerah lain di luar Surabaya sudah ditentukan. Hanya saja menurutnya untuk eksekusinya menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Jibril mengatakan pada tahap 1 termin 1 Jatim memperoleh 77.760 dosis, sedangkan tahap 1 termin termin 2 bulan Februari 122.120. “Vaksin ini masih tersimpan di Dinas Kesehatan Jatim, dan dijaga oleh TNI/Polri untuk menghindari penyalahgunaan,” pungkasnya. (mus)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP