alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pastikan Aman dan Halal, Prioritas Vaksin di Surabaya-Gresik-Sidoarjo

14 Januari 2021, 01: 33: 16 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Share this      

SURABAYA-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac aman dan halal. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin tersebut pada 11 Januari.  Dengan demikian, vaksin Sinovac telah siap digunakan untuk vaksinasi masal. 

Sebelumnya MUI juga telah  mengeluarkan fatwa halal untuk penggunaan vaksin Sinovac di Indonesia. Hal ini merupakan lampu hijau bagi Pemerintah Provinsi Jatim untuk tancap gas melakukan vaksinasi. “Alhamdulillah, vaksinasi ini insya Allah akan menjadi kunci untuk memberikan perlindungan bagi  masyarakat terhadap Covid-19 sekaligus menjadi momentum untuk menyelaraskan tujuan kesehatan dan ekonomi,” ujar Khofifah.

Dengan adanya kepastian bahwa vaksin ini aman dan efektif oleh BPOM dan halal dari MUI, Khofifah mengaku semakin yakin untuk segera tancap gas untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Prioritas pertama sesuai surat dari Kementerian Kesehatan adalah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Gerakan vaksinasi oleh tenaga kesehatan ini dilakukan demi kebaikan bersama. Terlebih strategi vaksinasi merupakan salah satu solusi yang sangat efektif dalam mengatasi pandemi,” katanya.

Khofifah berharap, vaksinasi masal efektif menyelamatkan nyawa, mencegah gejala Covid-19 yang berat, dan mengurangi beban pelayanan tenaga kesehatan. Menurut dia, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan dalam menekan jumlah kasus pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Termasuk meminimalisir kematian yang disebabkan Covid-19. Kerja sama ini  diperlukan agar kita bisa segera mengakhiri pandemi,” tegasnya.

Saat ini di gudang penyimpanan vaksin di Dinas Kesehatan Jatim terdapat 77.760 dosis vaksin. Vaksin tersebut akan digunakan untuk vaksinasi tahap pertama di bulan Januari untuk tenaga kesehatan yang merawat para pasien Covid-19 di Jatim.

Terkait rencana Pemprov Jatim untuk mempercepat eksekusi dan edukasi tentang vaksinasi Covid-19, Khofifah menyampaikan, pejabat Pemprov Jatim bersama dengan para dokter, tokoh agama, dan sivitas akademika akan memberikan keteladanan langsung pada masyarakat dengan  menjadi individu yang mendapatkan vaksinasi pertama pada 14 Januari.

Rencananya, vaksinasi tersebut akan dilaksanakan di RSUD di Soetomo. Pemberian contoh keteladanan ini harapannya menjadi bukti nyata bahwa vaksin ini aman, efektif,l dan halal sehingga kekebalan komunitas terhadap Covid-19 ini dapat tercapai.

“Saya harap penduduk Jatim bersiap untuk mendapatkan vaksinasi, Pemprov Jatim akan berusaha sebaik mungkin untuk memastikan masyarakat Jatim mampu mendapatkan vaksinasi. Jadi, jangan ragu untuk imunisasi vaksin Covid-19, karena ini aman dan halal,” jelas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Meski demikian, lanjut Khofifah, sembari menunggu vaksin tersebar luas di seluruh penjuru Jatim, masyarakat harus terus menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Kombinasi vaksinasi dengan 3M akan menjadi proteksi berlapis-lapis untuk mencegah infeksi Covid-19 maupun gejala berat yang dapat ditimbulkannya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP