alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Cemburu Buta, Pacar Dipukuli, Disundut Rokok dan Dibenturkan ke Tembok

Pelaku dan Korban Masih ABG

14 Januari 2021, 01: 28: 52 WIB | editor : Wijayanto

LEBAM: Grafis kronologi penganiayaan JA dan rangkaian foto tubuh korban yang memar dianiaya pelaku RE.

LEBAM: Grafis kronologi penganiayaan JA dan rangkaian foto tubuh korban yang memar dianiaya pelaku RE. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Aksi penganiayaan menimpa JA, 18, gadis asal Jalan Petemon IV, Surabaya. Pelakunya diduga RE, 18, pacar korban, warga Jalan Simorejosari B-X, Sukomanunggal, Surabaya.

Aksi penganiayaan tersebut viral di media sosial (medsos) Twitter yang diposting akun @juragansachetan. Ia membuat cerita bahwa adik perempuannya berinisial JA dianiaya oleh oleh pacarnya RE.

Dalam postingannya, Janna, 23, pemilik akun @juragansachetan menceritakan kronologi penganiaayaan terhadap adiknya. Mulai dari dipukul, disulut rokok, hingga kepalanya dibenturkan ke tembok. Bahkan, korban pernah diancam hendak ditusuk dengan gunting.

Aksi penganiayaan itu dilakukan pelaku di rumahnya, Minggu malam (3/1). Namun, korban baru membuka suara kepada orang tua dan kakaknya, Rabu (6/1) lalu.

Awalnya, ibu korban curiga karena di kaki paha, korban ada lebam biru seperti habis dianiaya. Setelah ditanyai, korban baru mengaku telah dianiaya RE yang tak lain adalah pacarnya.

Kakak korban, Janna Vieanty Andhika, 23, mengatakan bahwa  adiknya awalnya di rumah pelaku kemudian ribut. Diduga penyebabnya karena pelaku cemburu.

"Penyebabnya karena pelaku ini cemburu dengan adik saya. Adik saya kan sekolah STM, jadi wajar banyak teman sekolahnya yang cowok," ungkap Janna dikonfirmasi Radar Surabaya, Selasa (12/1).

Janna menambahkan, saat di rumah pelaku, paha kanan kiri, lengan kanan, dan tangan dihantam pelaku sampai memar. "Seperti foto yang saya share, kakinya disulut rokok sampai tujuh kali, rambutnya dipetal dan dibakar, kepalanya dijedotin di tembok juga," bebernya.

Menurut Janna, saat di rumah pelaku, korban sudah berteriak meminta tolong. Namun tidak ada yang menolong. Padahal di rumah pelaku ada orang tua pelaku. "Adik saya dipesenin Grab oleh tetangganya agar adik saya bisa pulang karena pada waktu itu adek saya tidak bawa HP," ucapnya.

Menurut Janna, saat itu ponsel JA disita pelaku sehingga tidak bisa menghubungi orang tua. Atas tindakan pelaku, kemudian kasus ini dilaporkan ke SPKT Mapolda Jatim pada Kamis (7/1), dengan nomor LP-B/07/I/RES.1.6/2021/UM/SPKT Polda Jatim. Janna berharap, pihak kepolisian segera memproses kasus yang menimpa adiknya tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Gatot Repli Handoko saat di konfirmasi mengatakan belum memeriksa laporan tersebut. Menurut dia, bila laporan sudah diterima, nantinya akan diserahkan ke unit yang berwenang. "Nanti kita cek dulu. Kalau ada laporannya akan diberikan ke yang berwenang," tegasnya. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP