alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

UN Diganti Asesmen Nasional, Setiap Sekolah Diwakili 40 Siswa

14 Januari 2021, 01: 06: 58 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN). Dalam AN nantinya ada tiga instrumen yang telah ditentukan untuk pemetaan pendidikan di Indonesia, yakni Asesmen Kompetensi Minimal (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

“Pelaksanaan AN atau AKM mulai diterapkan di tahun ini. Setiap sekolah akan mewakilkan 40 siswanya yang sebelumnya telah dipilih secara acak oleh Kemendikbud melalui Data Pokok Peserta Didik (Dapodik),” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Surabaya-Sidoarjo Lutfi Isa Anshori.

Lutfi mengatakan, untuk AKM dan Survei Karakter akan diikuti kelas XI untuk SMA/SMK dan Madrasah Aliyah (MA). Sedangkan kelas XII nanti akan mengikuti Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS).

Karena ini merupakan tahun pertama AKM, maka pihaknya berinisiatif menggelar latihan bareng untuk pengenalan. Sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali di bulan Desember dengan jumlah siswa secara terbatas. “Ini merupakan sesuatu yang baru, jadi kita buat uji coba di masing-masing sekolah sebanyak lima siswa,” katanya.

Lebih lanjut Lutfi mengatakan, pelaksanaan AKM dan Survei Karakter ini bertujuan untuk memotret kondisi sekolah. Artinya dari hasil ini akan diketahui proses pembelajaran di sekolah, dan kenyamanan belajar siswa melalui skor AKM yang didapat.

“Kegiatan ini, juga sebagai dasar pemetaan pendidikan. Untuk soal-soalnya nanti, bentuknya sepetti soal-soal cerita yang meliputi aspek nalar, numerik, literasi. Modelnya seperti UN berbasis online. Bedanya, kalau UN untuk semua siswa, tapi ini hanya 40 siswa,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar sekolah menyiapkan secara matang untuk pelaksanaan AKM. Pasalnya, hasil skor AKM akan menyangkut pada rangking dan indeks sekolah. “Karena dipilih secara acak lewat Dapodik sekolah tidak tahu mana siswanya yang akan mengikuti AKM. Apakah dia yang mampu secara akademik atau dibawah rata-rata akademik. Jadi memang harus dimatangkan persiapannya, sekolah harus mencari info modelnya AKM bagaimana dan menggelar try out. Karena ujicoba akan dilaksanakan sekitar April atau Mei,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 15 Surabaya Johanes  Mardijono mengungkapkan, tidak ada persiapan khusus untuk AKM 2021. Hanya saja akan ada pemantapan untuk guru-guru mata pelajaran untuk menyelipkan soal-soal  yang berkaitan dengan numerik, literasi dan nalar.

“Belum ada bimbingan secara khusus. Karena saat ini masih berbasis online pembelajarannya. Cuma waktu guru-guru mata pelajaran (mapel) memberikan pembelajaran, juga diselipkan materi-materi yang menyangkut soal-soal yang ada di AKM. Hasil AKM akan bisa digunakan oleh sekolah sebagai bahan evaluasi selama proses pembelajaran berlangsung. Ini nanti akan digunakan untuk pemetaan sekolah,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP