alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Buntutnya Sudah Dua, tapi Ngakunya Masih Duren

13 Januari 2021, 03: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)

Share this      

Kalau sudah kepincut cinta, laki-laki bisa melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perempuan yang diingininya. Tak peduli sikon, punya anak-istri pun ngakunya duren alias dudak keren. Lah!!! 

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya.

Modus duren tanpa buntut itu lah yang dipakai Donwori, 35, untuk menaklukkan hati Sephia, 29. Padahal, sejatinya, Donwori adalah suami Karin, 34, yang sudah punya dua buntut. Yang sulung SD kelas II, sedangkan si dedek alias si bungsu tahun ini masih mau masuk TK.

Tapi, Donwori mengejar Sephia sampai klepek-klepek, juga tanpa alasan. Katanya (ini katanya Donwori lho ya), karena Sephia horang kayah. Lantas, apa hubungannya? “Ngakunya uang hasil morotin Sephia bisa untuk membahagiakan kita,” curhat Karin dengan emosi campur heran pada Radar Surabaya, awal tahun lalu.

Ceritanya, Sephia adalah perempuan kaya. Orang tuanya kaya, Sephia sendiri juga punya karir yang cukup bagus. Singkat kata, Sephia ini tak kekurangan apa pun. Dari sisi materi, tentunya.

Nah, dalam sebuah kesempatan acara, Donwori bertemu dengan Sephia. Mata keduanya saling menatap dan langsung ada bunyi ‘klik’. Sephia kepincut dengan Donwori. Karena ayah dua anak itu memang punya casing yang bisa bikin mata perempuan menengok tanpa berkedip. Pawakan mirip aktor senior Anjasmara. Usia 35 tapi masih seperti  fresh graduate. “Mereka pacaran,” ungkap Karin dengan nyesek.

Sebulan, dua bulan, hingga hampir enam bulan, perselingkuhan  Donwori vs Sephia berjalan tanpa ada rintangan yang pasti. Hanya Karin yang hatinya ngenes tiap akhir pekan melihat suaminya pergi dengan perempuan lain. “Setiap saya tanya, Donwori ngakunya kalau Sephia hanya  teman biasa. Dia juga bisa meyakinkan hati saya kalau omongannya itu bisa dipercaya,” curhat Karin. Mendengar jawaban Donwori, hati Karin sedikit adem. Tapi, di palung hatinya yang paling dalam, ia tetap super khawatir Donwori bakal kebablasan.

Benar juga firasat Karin sebagai istri. Masuk bulan ketujuh, tiba-tiba Sephia datang ke rumah.  “Nglabrak Donwori dan minta dinikahi,” tegasnya.

Saat itu juga hati Karin hancur berkeping-keping. Menjadi butiran debu. “Lemas selemas-lemasnya. Ternyata hubungan mereka sudah sangat jauh. Ya seperti firasat saya selama ini,” aku Karin.

Sejak saat itu, Karin langsung mengambil sikap. Ia memilih mundur teratur. Ia memilih berpisah dari Donwori. “Saya tidak bisa melanjutkan pernikahan yang sudah dipenuhi kebohongan. Lebih baik saya hidup bersama anak-anak saja. Biar Donwori menentukan nasibnya sendiri,” pungkas Karin yang mengurus sendiri  gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.

Lantas, bagaimana soal materi? Karin tak peduli. Bisnis online yang ia lakoni sejak dua bulan terakhir, diyakininya bisa menopang hidup bersama dua buah hatinya. “Rezeki ada di mana-mana, Mas. Tidak usah khawatir. Yang penting kita bekerja keras, tidak patah semangat, dan jujur,”  pesennya. Setuju, Mbak! (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP