alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Harga Cabai Melonjak Naik karena Produksi Turun selama Hujan

12 Januari 2021, 15: 06: 03 WIB | editor : Wijayanto

NAIK TERUS: Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Surabaya, terus melambung. Hal itu akibat produksi turun karena masuk musim penghujan.

NAIK TERUS: Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Surabaya, terus melambung. Hal itu akibat produksi turun karena masuk musim penghujan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Sejak beberapa pekan terakhir, harga cabai rawit, cabai merah besar, hingga cabai merah keriting di berbagai pasar tradisional naik. Hal ini disebabkan berkurangnya pasokan akibat turunnya produksi selama musim hujan. 

Menurut data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Senin (11/1), harga rata-rata untuk cabai rawit Rp 72.104 per kilogram (kg). Sementara harga cabai merah besar keriting rata-rata Rp 48.528 per kg dan cabai merah besar biasa Rp 32.953 per kg. 

"Kenaikan harga cabai ini dipengaruhi beberapa hal. Yang pertama, menurunnya produksi di musim hujan. Selain itu, pengaruh distribusi yang terhambat akibat pandemi Covid 19," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo, Senin (11/1). 

Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura di Jatim yang selama ini telah berkontribusi sebesar 39 persen terhadap nasional. Menurunnya jumlah produksi bisa diatasi dengan teknologi yang efektif dan efisien dari pascapanen hingga distribusi. "Nah, pemerintah memiliki program mendorong hilirisasi saat panen melimpah," katanya. 

Berdasarkan data Dinas Pertanian Jatim, produksi cabai rawit tahun 2020 mencapai 612.978 ton dari luas panen 58.563 hektare. Sedangkan tingkat konsumsi 67.008 ton/tahun sehingga Jatim surplus 545.970 ton.

Hadi memaparkan potensi produksi cabai di Jatim tahun 2021. Untuk ketersediaan cabai rawit, potensi luas panen komoditi cabai rawit pada semester I (Januari sampai Juni) sebesar 22.853 hektare dengan produksi sebesar 286.923 ton.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan mengatakan, komoditas cabai rawit pada Desember 2020 telah menjadi penyumbang inflasi dengan tren kenaikan harga mencapai 51,58 persen. Menurut dia kondisi itu  berdampak pada nilai tukar petani (NTP) untuk subsektor hortikultura yang naik 2,22 persen menjadi 97,82 pada Desember lalu. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP