alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pertimbangkan Local Wisdom, Mal di Surabya Tutup Pukul 20.00

12 Januari 2021, 15: 02: 33 WIB | editor : Wijayanto

SEPI: Suasana pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya Pusat, Senin (11/1). Pemkot Surabaya melalui Perwali mengatur jam operasional mall, saat masa PPKM.

SEPI: Suasana pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya Pusat, Senin (11/1). Pemkot Surabaya melalui Perwali mengatur jam operasional mall, saat masa PPKM. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA–Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlangsung selama dua pekan di Surabaya, 11-25 Januari. Pusat perbelanjaan atau mal ditutup pukul 20.00. Aturan ini berbeda dengan instruksi mendagri dan keputusan gubernur bahwa semua mal harus tutup operasional pukul 19.00.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, berdasarkan rapat koordinasi PPKM dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, jam akhir operasional mal dan pusat perbelanjaan bisa dilakukan sesuai dengan pertimbangan lokal wisdom atau kearifan lokal daerah masing-masing.

Dengan dasar kearifan lokal itu, akhirnya pemkot memutuskan penutupan mal pada pukul 20.00. “Kita putuskan untuk Surabaya, (pusat perbelanjaan) tutup jam 20.00. Dan, itu lebih masuk akal,” kata Whisnu Sakti Buana.

Whisnu menambahkan, pihaknya juga melihat keputusan kabupaten atau kota lain yang menerapkan PPKM terkait penutupan jam operasional pusat perbelanjaan. Penutupan operasional mal pukul 20.00 dinilai lebih bijaksana. Karena itu, Whisnu berpesan kepada masyarakat untuk tidak trauma dengan PPKM saat ini. Pasalnya, PPKM berbeda dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa waktu lalu.

“Terkait pembatasan yang dilakukan, saya katakan pada warga tidak perlu trauma. PPKM ini tidak seperti PSBB lalu. Karena aturannya sama seperti Perwali 67 Tahun 2020,” imbuhnya.

Whisnu mengaku sudah menandatangani perubahan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 2 Tahun 2021, Perubahan atas Peraturan Perwali Nomor 67 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Surabaya. Jam operasional yang semula pukul 22.00 dimajukan menjadi 20.00.

Pihak pemkot juga melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat kerumanan seperti pusat perbelanjaan dan kampung. Selain itu, work from home (WFH) 75 persen juga diberlakukan bagi seluruh perusahaan yang ada di Kota Pahlawan. Namun, dia menegaskan, pengecualian bagi industri atau pabrik dengan catatan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim Sutandi Purnomosidi mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke semua mal di Surabaya. "Ada 17 mal di Surabaya. Semua ikut aturan sesuai Perwali Nomor 67 tersebut,” ujar Sutandi saat dikonfirmasi melalui telepon.

Aakah ada tim satgas dari pihak mal dan Pemkot Surabaya untuk pengawasan PPKM? “Saya rasa tidak perlu dibentuk satgas. Karena masyarakat sudah sangat tertib sesuai aturan norma baru. Kita juga tidak ada pembatasan pengunjung setiap harinya. Kita menyesuaikan perwalinya saja,” pungkasnya.  (rmt/gin/opi/rek)

(sb/rmt/gin/jay/JPR)

 TOP