alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kabur Berpindah-pindah Tempat, Pelaku Curanmor Diringkus di Kos

12 Januari 2021, 14: 58: 15 WIB | editor : Wijayanto

Pelaku Ali Imron dan modusnya melakukan curanmor.

Pelaku Ali Imron dan modusnya melakukan curanmor. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Pencuri sepeda motor ini ditangkap setelah sempat melarikan diri dengan berpindah-pindah tempat. Tersangka Ali Imron, 32, warga Jalan Kebon Dalem I, Surabaya, ditangkap saat berada di kosnya Jalan Prabowo, Surabaya.

Tersangka ditangkap setelah diketahui mencuri sebuah motor di Jalan Sidotopo III, Semampir, Surabaya. Aksinya ini terekam CCTV sehingga polisi mendapat identitas tersangka. 

Kejadian tersebut bermula ketika korban Muawanah mencari sepeda motornya yang hilang di depan rumah. Sepeda motor Yamaha Mio tersebut diparkir dan di kunci setir pada malam hati sebelum kejadian. 

Saat korban bangun, motor miliknya hilang. Ia pun melaporkan ke Polsek Semampir. "Kami cek juga CCTV dan mendapati rekaman saat tersangka membawa lari motor korban," kata Kanitreskrim Polsek Semampir AKP Tritiko, kemarin (11/1). 

Polisi yang melihat rekaman CCTV menemukan identitas tersangka. Ia diketahui kos di Jalan Prabowo. Namun, saat hendak ditangkap tersangka sudah tidak ada di lokasi tersebut. Selang beberapa lama, tersangka ternyata kembali ke kosnya. Saat itu pula polisi menangkapnya. "Tersangka kami tangkap saat duduk di depan rumahnya," kata AKP Tritiko.

Dari keterangan tersangka kepada polisi, tersangka Ali Imron tidak sendirian saat itu. Ia bersama temannya AR. Tersangka mencari sasaran terlebih dulu sebelum beraksi. Saat menemukan sasaran, tersangka menemui AR yang berada di sebuah warung. Kemudian kedua tersangka menuju ke motor milik korban. "Mereka berbekal kunci palsu. Ini masih kami selidiki dari mana kunci itu," jelasnya. 

Pengakuan tersangka, motor itu sudah dijual saat itu juga. Mereka menjualnya ke Madura pada seseorang berinisial TF. Motor tersebut laku seharga Rp 1,1 juta. "Uangnya.dibagi dan digunakan untuk mencukupi kebutuhan tersangka. Tersangka mengaku penghasilan sebagai kuli masih kurang," ungkapnya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP