alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Arus Deras Bahayakan Pemancing, Bocah SD Tenggelam di Sungai

12 Januari 2021, 14: 05: 18 WIB | editor : Wijayanto

NAHAS: Korban MDI digendong keluarganya menuju ke RS Royal, namun sayang nyawanya tak tertolong.

NAHAS: Korban MDI digendong keluarganya menuju ke RS Royal, namun sayang nyawanya tak tertolong. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Intensitas hujan yang tinggi membuat arus sungai kian deras. Karena itu, warga diimbau tidak nekat memacing atau turun ke sungai guna menghindari terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa. "Bocah itu meninggal dunia karena terseret arus yang deras. Itu yang mesti diwaspadai," kata Wahyu, warga Rungkut, yang kerap memancing di kawasan Rungkut Industri, kemarin.

Sebelumnya, Dika Islami, bocah yang tinggal di Jalan Kutisari Utara II-A itu meregang nyawa setelah jatuh tenggelam di sungai Jalan Rungkut Industri, Tenggilis Mejoyo, Minggu (10/1) petang. Korban jatuh ke sungai saat mencari ikan bersama teman-temannya.

Awalnya, korban mencari ikan di sungai depan RS Royal bersama temannya sejak pukul 12.00. Tak lama kemudian, jaring kecil yang digunakan mencari ikan jatuh ke sungai. Korban saat itu bermaksud mengambil jaring tersebut.

Dia turun ke bibir sungai dan tanganya dipegang salah satu temannya. Apesnya, saat itu diduga pegangan tangan korban dengan temannya lepas. Otomatis, korban pun terjebur sungai dan terbawa arus ke arah timur.

Menurut Wahyu, arus sungai di berbagai kawasan Surabaya sangat deras sejak sebulan terakhir lantaran curah hujan yang tinggi. Karena itu, sejumlah pemancing memilih istirahat di rumah. "Tapi ada saja yang nekat mancing karena sudah jadi kebiasaan dan hobi," katanya.

Pria 60 tahun itu meminta anak-anak dan remaja agar tidak nekat bermain-main di sungai meskipun bisa berenang. Sebab, arus yang deras bisa membuat orang kehilangan kendali dan terhanyut.

Pria yang kerap memancing di berbagai kawasan itu juga mengingatkan warga untuk berhati-hati saat memancing di sungai yang dekat pintu air. Misalnya, sungai di dekat Pintu Air Jagir dan Rolak. "Alirannya benar-benar deras. Jangan coba-coba turun ke sungai," katanya.

Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Kristiyan Beorbel Martino melalui Kanit Reskrim Ipda Wahyu Ngabekti saat dikonfirmasi membenarkan kejadian seorang anak tenggelam di kawasan Rungkut Industri. "Iya benar," ucapnya singkat. Dia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan ini. Apalagi pandemi Covid-19 masih terjadi di tanah air. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP