alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Ajukan 16 Tokoh sebagai Penerima Vaksin Awal di Surabaya

12 Januari 2021, 13: 18: 20 WIB | editor : Wijayanto

DIPERSIAPKAN: Seorang tenaga kesehatan mengikuti pelatihan vaksinasi Covid-19 secara daring.

DIPERSIAPKAN: Seorang tenaga kesehatan mengikuti pelatihan vaksinasi Covid-19 secara daring. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, untuk persiapan vaksin pihaknya sudah siap tinggal menunggu arahan dari pusat dan provinsi saja terkait. Pemkot Surabaya mengajukan 1,9 juta vaksin kepada Pemrov Jatim dengan dua kali vaksin sehingga total ada 3,8 juta vaksin yang diajukan oleh Pemkot Surabaya.

Namun hingga saat ini pemkot belum menerima keterangan secara jelas berapa vaksin yang akan didistribusikan atau didapat oleh Surabaya. "Sampai sekarang belum ada jumlah pasti jatah vaksin," katanya.

Namun Whisnu mengaku sudah mengajukan 16 orang untuk pertama kali mendapatkan vaksin. 16 orang tersebut terdiri dari Forkopimda dan tokoh masyarakat terkait. Menurutnya nanti pembukaan vaksin akan dimulai tanggal 14 atau 15 Januari.

"Nanti harus asesment dulu. Diteliti pusat. Kalau punya komorbid berbahaya tidak boleh ikut vaksin di awal. Sedangkan untuk nakes nanti ada ketua IDI. Nanti dicek. Satu per satu  nantinya harus persetujuan pusat dan pemprov. Tokoh masyarakat itu kita libatkan ketua FKUB. Satu contoh. Tim penggerak PKK. Kepala Dinas Kesehatan sebagai ujung tombak," imbuhnya. 

Oleh karena itu Whisnu berharap Surabaya bisa menjadi pilot project vaksinasi karena selama ini penanganan Covid-19 di Surabaya lebih baik dari daerah lainnya. 

Sementara itu, hingga saat ini vaksinator yang terdiri dari tenaga kesehatan (nakes) yakni dokter, bidan dan perawat di Surabaya masih mengikuti pelatihan vaksinator di tiap puskesmas oleh Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dari informasi yang dihimpun Radar Surabaya, tiap puskesmas di Surabaya mengirimkan tiga perwakilan untuk pembekalan sebagai vaksinator. Total ada 63 puskesmas di Surabaya yang dibagi menjadi dua gelombang.

Pada pelatihan vaksinator gelombang pertama dimulai pada 7 hingga 9 Januari yang diikuti oleh 30 puskesmas. Sedangkan untuk gelombang kedua dilaksanakan mulai 11 hingga 13 Januari yang diikuti oleh 33 puskesmas. 

Salah satu nakes menjelaskan, pelatihan vaksinator bertujuan untuk mengetahui tata cara memberikan vaksin nantinya kepada orang yang terdaftar dalam pemberian vaksin. Di dalam pelatihan yang secara daring tersebut juga dijelaskan cara kerja vaksin. "Ya kami diberitahu tata cara memvaksin, cara kerja. Ada juga tutorial vaksin juga. Ada banyak materinya," katanya, Senin (11/1).

Namun nakes tersebut belum mengetahui kapan dilakukan simulasi, bahkan berapa jumlah vaksin yang akan didistribusikan. "Belum tahu, saat ini cuma pelatihan saja yang dilakukan," jelasnya.

Dirinya mengaku sudah melakukan pelatihan ini pertama kali pada bulan Desember sebelum diadakan kembali pada Januari ini. Pada Desember menurutnya ada dua perwakilan dari dokter maupun koordinasi imunisasi puskesmas. "Yang pelatihan vaksinator pertama kali itu perwakilan satu puskesmas dua orang terdiri dari dokter dan kordinator imunisasi di bulan Desember dibagi dua gelombang juga," ungkapanya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita, pihaknya  telah menyiapkan sekitar 12 ribu vaksinator untuk dilatih dan juga fasilitas kesehatan yang akan mendapatkan vaksin.

Sementara ini ada 101 fasilitas kesehatan, itu terdiri dari 63 puskesmas dan sisanya rumah sakit yang kerja sama dengan BPJS, jadi ada sekitar 39. "Oh siap semua. Kalau 101 dikurangi 63 itu berapa itu sisanya rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan BPJS yang akan mendapatkan vaksin," katanya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP