alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

PPKM Surabaya Raya: Perbatasan Kota Tak Ditutup, Hanya Diketati

12 Januari 2021, 10: 39: 58 WIB | editor : Wijayanto

KABUR: Beberapa pengendara pilih balik kucing menghindari petugas pemeriksa prokes.

KABUR: Beberapa pengendara pilih balik kucing menghindari petugas pemeriksa prokes. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, selama PPKM titik-titik perbatasan Kota Surabaya tidak ditutup. Namun, kendaraan-kendaaran yang masuk dan keluar dijaga ketat oleh petugas gabungan. 

Pemantauan terutama di tiga titik, yakni Bundaran Waru, Tambak Oso Wilangun, dan MERR Gunung Anyar. “Di titik-titik itu kita pertebal personel sesuai usul dari Pak Kapolrestabes Surabaya," katanya, Senin (11/1).

Whisnu berharap warga tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat di mana pun berada. “Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Pantauan Radar Surabaya di kawasan Tambak Osowilangon yang merupakan perbatasan Surabaya-Gresik, petugas gabungan satpol PP, Dishub Surabaya, Polri dan TNI melakukan penjagaan ketat. Sekitar lima orang terjaring dalam operasi hari pertama PPKM. Yakni, pengendara roda dua dua orang, dua sopir truk, dan satu pengemudi mobil pribadi.

Menurut petugas satpol PP Elvina, mayoritas yang ditilang tidak menggunakan masker. "Mau tidak mau kita lakukan penindakan tilang sebagai efek jera,” katanya.

Pengendara yang melanggar dilakukan tilang berupa denda Rp 150 ribu sesuai dengan Perwali Nomor 67 Tahun 2020. Jika tidak bisa membayar, KTP yang bersangkutan akan disita. “Mereka bisa membayar denda di tempat atau transfer ke rekening yang sudah terlampir,” jelas Elvina.

Selain itu, di Bundaran Waru ada sekitar 10 orang yang melanggar prokes. Petugas pun menyita KTP dan menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 150 ribu. (gun/rmt/rek)

(sb/rmt/gun/jay/JPR)

 TOP