alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Meski PPKM Terminal Tetap Buka, namun Perketat Prokes

11 Januari 2021, 08: 15: 29 WIB | editor : Wijayanto

TETAP BUKA: Calon penumpang berada di area terminal bus Osowliangon, Surabaya.

TETAP BUKA: Calon penumpang berada di area terminal bus Osowliangon, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Surabaya akan berlangsung pada 11 hingga 25 Januari 2021. Untuk terminal akan tetap buka melayani penumpang yang hendak pergi menggunakan moda transportasi darat seperti bus maupun angkutan kota. Namun nantinya akan ada perketatan protokol kesehatan (Prokes) bagi penumpang.

Kepala Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Joko Budi Legowo, mengatakan saat PPKM yang diterapkan pada Senin (11/1) terminal TOW tetap buka tidak ditutup saat PSBB yang lalu. Bahkan untuk bus antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP) tetap jalan seperti biasa dalam mengangkut penumpang.

Namun pihaknya hingga saat ini belum menerima surat pemberitahuan dari perusahaan oto bus (PO) apakah tetap jalan atau tidak. "Bus tetap jalan tinggal dari pengusaha bus (PO) boleh jalan atau tidak belum ada pemberitahuan PO kepada kami. Untuk angkot dan bus kota juga tetap beroperasi," katanya.

Meski begitu Joko menegaskan akan melakukan pengetatan prokes terhadap penumpang dan crew bus maupun angkot yang ada di TOW. Sedangkan untuk penumpang ke luar kota menurutnya akan dilakukan pemeriksaan surat rapid test. "Kalau dari kementerian  disuruh rapid atau cek rapid namun kami belum Nerima pemberitahuan lagi mungkin besok,"jelasnya 

Sedangkan untuk penumpang menurutnya akan dibatasi 50 persen. Bangku bus yang ada tiga bari yang biasanya diisi tiga orang diiisi dua orang sedangkan yang dua bangku diisi satu orang. "Ya sekitar 50 persen pembatasannya," imbuhnya. 

Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19 ini berlaku mulai 11 hingga 25 Januari 2021. Seluruh pengguna moda transportasi pribadi maupun umum, wajib menjalankan protokol kesehatan antara lain; pertama, menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Perjalanan menggunakan transportasi umum dan yang menuju ke beberapa daerah diberlakukan ketentuan yang wajib menunjukkan surat tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test dengan kriteria tertentu. Pengetatan protokol kesehatan sepanjang perjalanan yang perlu dilakukan berupa penggunaan masker wajib secara benar menutupi hidung dan mulut dengan jenis masker kain 3 lapis atau masker medis.

"Lalu, tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum," pungkasnya. (rmt)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP