alexametrics
Senin, 17 May 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Antisipasi Efek Samping

Vaksinasi Dilakukan di RSUD dr Soetomo Mulai 14 Januari 2021

10 Januari 2021, 07: 30: 06 WIB | editor : Wijayanto

RAKOR VIRTUAL: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin rakor pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan forpimda secara virtual di kantor Pemprov Jatim, Jumat (8/1).

RAKOR VIRTUAL: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin rakor pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan forpimda secara virtual di kantor Pemprov Jatim, Jumat (8/1). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bakal diadakan di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Kamis (14/1). Vaksinasi diberikan untuk 23 juta masyarakat Jatim. Prioritas pertama untuk tenaga kesehatan.

"Kenapa pelaksanaan awal dilakukan di RSUD dr Soetomo? Ini sebagai upaya jika dikhawatirkan ada efek samping karena vaksin bisa langsung tertangani. Selain memiliki tenaga kesehatan yang mumpuni, peralatannya juga lengkap," ujar Ketua Gugus Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi dalam rapat koordinasi (rakor) dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, forkopimda, dan seluruh kepala daerah se-Jatim di Ruang Binaloka Adhikara, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (8/1) lalu.

Joni menjelaskan, pemberian vaksin untuk memberikan kekebalan pada tubuh.  Pemerintah sudah melakukan segala upaya untuk mengatasi penyebaran Covid-19 sejak Maret 2020. "Nah, salah satu upaya ini adalah vaksinasi. Yang perlu diketahui vaksinasi ini hanya untuk usia 18-59 tahun. Jika ditotal masyarakat Jatim pada usia ini sekitar 23 juta dan diberikan secara gratis. Kalau ada yang bilang dipungut biaya, itu tidak benar," katanya.

Baca juga: Warga Manukan Kulon Delapan Kali Curi Mainan di Minimarket

Pelaksanaan vaksinasi nanti di pusat layanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta.  Seperti rumah sakit, klinik, dan lainnya.  "Untuk siapa saja yang pertama kali akan mendapatkan vaksin ini,  kami sudah menyerahkan nama-nama ke pemerintah pusat.  Nantinya yang menentukan adalah Satgas Covid-19 pusat," terangnya.

Pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan secara bertahap mulai Januari hingga April mendatang dengan mempertimbangkan kajian epidemiologi dan ketersediaan vaksin.  Menurut Joni, untuk tahap awal ini diprioritaskan pada nakes karena dianggap memiliki risiko paling besar tertular Covid-19. "Jadi, tidak bisa langsung seluruh masyarakat Jatim divaksin secara bersamaan," tuturnya.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo ini mengatakan, nantinya peserta vaksin ini akan mendapatkan kartu vaksin elektronik karena tiap-tiap peserta nantinya akan mendapatkan jatah vaksin sebanyak dua kali. Sebelum divaksin peserta akan didata dan diberikan penyuluhan terkait vaksin, kemudian baru ditanya bersedia atau tidak untuk divaksin.  "Artinya, vaksinasi ini tidak ada paksaan," tegasnya.

Joni meminta masyarakat tidak perlu khawatir jika nantinya ada efek samping (panas dan demam)  yang ditimbulkan setelah divaksin.  Pihaknya sudah menyiapkan segala hal untuk penanganan jika terjadi karena efek samping vaksin.  "Kami sudah menyiapkan vaksinator bersertifikat dan tenaga kesehatan untuk ini. Yang memberikan vaksin ini tidak harus dokter,  bisa bidan atau perawat yang memiliki kompetensi," tuturnya.

Saat ini distribusi vaksin sudah berjalan ke 38 kabupaten/kota di Jatim.  Ada 77.760 vaksin yang diterima Jatim. Jumlah vaksin yang diterima tersebut lebih sedikit dibanding kuota awal yang semestinya 316.000 vaksin. Hal itu akibat adanya perubahan skema penyaluran vaksin oleh pemerintah pusat.

Jika sebelumnya vaksin hanya diberikan bagi tujuh provinsi di Indonesia dengan angka kasus positif Covid-19 tinggi. Tetapi kebijakan yang baru ini seluruh provinsi mendapat vaksin ini.  Sehingga mungkin nanti ada penerimaan tahap I, tahap II dan seterusnya sesuai dengan prioritas yang diberikan.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, hasil inventarisasi ada 1.308 unit lemari es penyimpan vaksin dalam kondisi baik tersebar di 38 kabupaten/kota. Selain itu, untuk vaccine carrier (alat pembawa vaksin), total yang tersedia di Jawa Timur saat ini mencapai 12.903 unit. "Kami sudah memastikan bahwa semua alat itu dalam kondisi baik," katanya.

Pemprov Jatim bersama pemkab/pemkot se-Jatim juga sudah menyiapkan 2.404 tenaga vaksinator saat pelaksanaan imunisasi, yang sudah menjalani pelatihan dan sudah tersertifikasi. Pemprov juga menggelar pelatihan untuk 73 angkatan vaksinator, yakni setiap angkatan terdiri dari 100 orang calon vaksinator.

Pelatihan ini akan berlangsung sampai 19 gelombang. "Setelah pelatihan itu akan tersedia 2.904 vaksinator sudah bersiaga di 968 puskesmas dan 4.350 orang di 435 rumah sakit di Jatim. Setelah pelatihan itu, diperkirakan vaksinator di Jatim akan menjadi 7.254 orang," pungkasnya. (mus/rek) 

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP