alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dimasukkan Termos, 6 Kg Sabu Malaysia Diselundupkan ke Madura

08 Januari 2021, 19: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

JEJARING NARKOBA: Para tersangka jaringan sabu Malaysia yang diamankan di Polda Jatim.

JEJARING NARKOBA: Para tersangka jaringan sabu Malaysia yang diamankan di Polda Jatim. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Ditresnarkoba Polda Jatim berhasil menggagalkan peredaran enam kilogram sabu-sabu (SS) jaringan Malaysia. Seorang kurir dan tiga penerima sabu-sabu ditahan di rutan Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Tersangka Deddy Syahputra, 36, warga Jalan Anggur LK IV, Desa Pantai Johor, Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, ditangkap sebagai kurir. Karyawan bank BUMN itu dibekuk polisi saat berada di salah satu hotel di Jalan Kranggan, Surabaya, Sabtu (12/12) sore.

Penyergapan Deddy Syahputra bermula dari informasi masyarakat bila akan ada pengiriman sabu jaringan Malaysia ke Madura. Tersangka saat itu membawa sabu yang dibawa menggunakan jalur darat dari Tanjung Balai melalui Jakarta, Surabaya lanjut ke Madura. 

Namun saat tiba di Surabaya, tersangka menginap di hotel di Jalan Kranggan. Dia membawa dua tas ransel warna hitam dan meranjau sabu di kamar nomor 505 lantai lima hotel. Namun sial, belum sempat diambil penerima, tersangka lebih dahulu ditangkap. Polisi menemukan barang bukti 2,2 kg sabu dari dalam tas ransel yang dikemas dengan bungkus teh cina. Tersangka Deddy pun tak berkutik saat dicokok aparat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Refli Handoko mengatakan, selain menangkap DS kurir sabu, Ditresnarkoba bekerja sama dengan Bea Cukai Tanjung Perak juga mengamankan tiga penerima sabu asal Pulau Madura. "Barang bukti yang diamankan sekitar 6 kilogram sabu," ujarnya di Mapolda Jatim, Jumat (8/1). 

Tiga tersangka penerima sabu asal Madura itu adalah Sanidin, 40, dan Abdin, warga Dusun Gunung Kesan, Kecamatan Karangpenang, Sampang, serta Siti Hotijah, warga Dusun Lon Bileh, Desa Tramok, Kecamatan Kokop, Bangkalan, Madura. "Mereka jaringan Malaysia," sebutnya. 

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Hanny Hidayat melalui Kasubdit III AKBP Aditya mengungkapkan, ketiga tersangka penerima sabu asal Madura masih satu jaringan. Awalnya polisi menerima informasi dari Bea Cukai Tanjung Perak ada paket barang dari Malaysia diduga sabu hendak dikirim ke Madura. Polisi lalu melakukan pelacakan dan empat hari melakukan penyelidikan hingga ke Madura.

Setelah dilakukan control delivery, polisi menangkap Sanidin dan Abdin di Jalan Diponegoro, Sampang, Madura. Keduanya adalah penerima barang haram tersebut dan hendak meranjau kembali. "Dari lokasi tersebut diamankan barang bukti empat bungkus sabu dengan berat dua kilogram disimpan dalam termos," jelasnya.

Aditya menerangkan, selain menangkap keduanya, juga dilakukan penangkapan terhadap Siti Hotijah, seorang ibu rumah tangga di depan bengkel Jalan Desa Banyusangka, Tanjung Bumi, Bangkalan sekitar pukul 19.00. Tersangka dicokok setelah menerima paket sabu dua kilogram yang dimasukkan dalam termos.

Barang tersebut dikirim oleh Yanto, suami tersangka, dari Malaysia dengan tujuan alamat tersangka di Bangkalan. "Kami masih lakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya," tandasnya. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP