alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Koordinasi dengan Importer, Dapat Harga Kedelai yang Kompetitif

08 Januari 2021, 17: 27: 10 WIB | editor : Wijayanto

INSPEKSI: Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan meninjau salah satu gudang kedelai.

INSPEKSI: Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan meninjau salah satu gudang kedelai. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Kelangkaan kedelai dikeluhkan para perajin tempe dan tahu sejak akhir tahun lalu. Akibatnya, warga kesulitan menemukan tempe dan tahu di pasaran. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Drajat Irawan mengatakan, pihaknya berupaya mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga kedelai.

Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi dengan Satgas Pangan Polda Jatim, OPD Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan UKM, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Bulog Divre V, Biro Perekonomian, PT Panca Wira Usaha Jatim, PT Jatim Graha Utama, PT Puspa Agro, dan disperindag kabupaten/kota.

Menurut Drajat, produksi kedelai di Jatim selama tahun 2020 sebesar 57.235 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi kedelai sebesar 447.912 ton. ''Sehingga terdapat defisit 390.677 ton yang harus dipenuhi melalui impor,” ujar Drajat di Surabaya.

Harga kedelai di Jatim baik lokal maupun impor memang mengalami kenaikan sejak dua bulan terakhir. Hingga 5 Januari harga komoditas kedelai lokal mencapai Rp 9.577 per kilogram. “Sedangkan kedelai impor Rp 9.652,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, pada periode Januari-Oktober 2020 impor kedelai sebanyak 698.191,92 ton mengalami penurunan sebesar 10,31 persen dibanding periode yang sama di tahun 2019.

Sementara itu, panen kedelai pada tiga bulan terakhir juga mengalami penurunan. Bulan Oktober sebesar 10.909 ton, November 10.681 ton, dan Desember sebesar 6.059 ton.

Drajat mengatakan, berdasar hasil koordinasi dengan sentra industri tempe Sanan di Kota Malang (terdiri dari 600 lebih perajin tempe) diperoleh informasi bahwa harga kedelai naik dan jarang tersedia di pasar. Meskipun mahal, para perajin di Sanan tetap melakukan produksi dengan penurunan sekitar 20 persen.

Sementara itu, sentra industri tahu di Kabupaten Sidoarjo juga terjadi kenaikan harga kedelai impor. Namun, produksi tahu tetap berjalan dengan menurunkan volume produksi. Survei juga dilakukan ke sentra tempe di Kecamatan Tenggilis, Surabaya. Harga kedelai saat ini sebesar Rp 9.100 per kg.

Kenaikan harga kedelai internasional terjadi sejak empat bulan terakhir. Berdasarkan data yang diperoleh harga kedelai pada bulan Agustus 2020 masih USD 384,55 per metrik ton, kemudian terus mengalamai peningkatan cukup tajam. Pada bulan Desember 2020 mencapai USD 483,26 per metrik ton atau meningkat 25,67 persen dalam periode Agustus-Desember 2020. 

Kenaikan harga kedelai internasional tersebut terjadi utamanya disebabkan oleh lonjakan permintaan kedelai dari Tiongkok kepada Amerika Serikat selaku eksporter kedelai terbesar dunia. “Kondisi tersebut mengakibatkan berkurangnya kontainer di beberapa pelabuhan, yang kemudian menyebabkan terjadinya hambatan pasokan terhadap negara importer kedelai,” ungkapnya.

Di sisi lain, terdapat kendala pada proses importasi yang disebabkan oleh Covid-19 sehingga dikhawatirkan terjadi pembatasan lalu lintas antar negara. Drajat mengatakan, Pemprov Jatim juga telah melakukan koordinasi dengan importir dan berhasil memperoleh dukungan CSR berupa kedelai dengan harga yang kompetitif. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP